2 Bulan, RSUD Timika Tangani 40 Pasien DBD

Ilustrasi nyamuk DBD - JIBI
21 Maret 2019 07:27 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com,  TIMIKA--Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, Papua selama Januari hingga pekan ketiga Maret 2019 telah menangani 40 orang pasien penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Direktur RSUD Mimika, Evelyn Pasaribu memprediksi peningkatan kasus DBD di wilayah Timika pada 2019 merupakan siklus lima tahunan sebagaimana terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.

"Ini mungkin siklus lima tahunan, karena kasus DBD yang meningkat bukan hanya di Mimika tetapi di hampir semua daerah," katanya, Kamis (21/3/2019).

Dari 40 pasien kasus DBD yang ditangani RSUD Mimika, katanya, terdapat satu pasien yang akhirnya tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Pada  Januari 2019, ada satu pasien yang meninggal dunia. Dia datang sudah dalam kondisi yang parah. Pasien tersebut merupakan orang dewasa, rujukan dari salah satu fasilitas layanan kesehatan di Timika," kata Evelyn.

RSUD Mimika, katanya, siap melayani pengobatan pasien kasus dbd, terutama obat-obatan dan fasilitas pemeriksaan kasusdbd. Evelyn meminta masyarakat lebih peka terhadap perkembangan kesehatan putra-putri mereka sehingga jika menunjukkan gejala demam tinggi dan tidak menurun meski telah diberikan obat penurun panas.

"Pada kasus DBD, fase kritis itu pada hari ke empat. Pasien harus cepat mendapat penanganan," katanya.

Peningkatan kasusdbd di Timika dalam kurun waktu tiga bulan terakhir juga dipicu oleh kondisi sanitasi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jentik nyamuk aedes aegypti, nyamuk penular virus dengue.

"Kita semua tahu di Timika ada begitu banyak tempat genangan air. Sampah plastik dan botol bekas ada di mana-mana. Ini membutuhkan kesadaran bersama seluruh komponen masyarakat untuk membersihkan lingkungan agar bebas dari nyamuk," ujarnya.

Sesuai data Dinas Kesehatan(Dinkes) Mimika, selama periode 24 Desember hingga Maret ini sudah 81 warga setempat terjangkit DBD.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Mimika, Obet Tekege mengatakan kasus terbanyak di wilayah Kelurahan Pasar Sentral Timika Distrik Mimika Baru dengan jumlah 32 penderita.

Saat ini, katanya, persediaan peralatan untuk pengasapan dan bubuk abate di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Mimika mulai menipis. Beberapa waktu lalu Dinkes Mimika telah menyurati Dinkes Provinsi Papua untuk membantu persediaan peralatan pengasapan dan bubuk abate, namun hingga kini belum juga dikirim.

Sumber : Antara