Pelajar yang Menantang Gurunya Dikenal Sopan, Tetangga Menduga Kesetanan

Ilustrasi kekerasan fisik. - JIBI
12 Februari 2019 02:57 WIB Newswire News Share :

Harianjogja.com, GRESIK--Tetangga pelajar berinisial AA, 14, tidak menyangka jika remaja itu berani menantang gurunya. Bahkan videonya viral di dunia maya. 

Sebelumnya AA yang tinggal di Gang Krajan, Desa Wringin Anom RT 1 RW 5, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, viral karena video yang menunjukkan dirinya menantang gurunya sendiri. 

"Dia sopan kok. Kadang kalau keluar rumah selalu menyapa tetangga. Dia baik kok," ucap tetangga AA yang enggan menyebutkan namanya pada Suara.com, Senin (11/2/2019).

Dia mengaku sempat tidak percaya setelah video yang memperlihatkan AA menantang gurunya sambil memegang kerah viral di media sosial .

"Awalnya tidak percaya. Kesetanan paling. Padahal di rumah baik kok," terangnya.

Atas kejadian tersebut, tetangga merasa kasihan dengan kedua orangtua AA. Dia juga mendoakan agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

"Kasihan orangtuanya. Semoga dengan kejadian ini AA sadar bahwa yang dilakukan salah," pungkasnya.

Sebelumnya beredar video memperlihatkan seorang siswa mengenakan pakaian pramuka menantang gurunya. Pada saat kejadian itu, AA sambil merokok di kelas dan memegang kerah baju gurunya Nur Khalim.

Setelah video tersebut viral pada 2 Februari 2019, membuat dunia pendidikan di Indonesia tercoreng.

Sementara itu, kedua orang tua Nur Khalim , Guru SMP PGRI Wringinanom, Gresik , Jawa Timur, tak kuasa menahan tangis ketika melihat video anaknya dilawan murid ketika mengajar.

Bahkan, hingga kini, kedua orang tua Nur Khalim enggan menonton acara di televisi karena takut ada pemberitaan tersebut.

"Saya sudah enggak mau melihat berita di TV. Saya tak kuat. Saya terus menangis ketika mengingat kejadian itu," ungkap Ibunda Khalim pada Suara.com, Senin (11/2/2019) sambil menyeka airmatanya.

Orangtua Khalim heran terhadap prilaku pelajar saat ini yang berani melawan gurunya. "Saya enggak habis pikir. Kok ada murid berani melawan gurunya," kata Bapak Nur Khalim.

Dia bahkan mengkisahkan, dulu pada zamannya, murid sangat takut kepada guru. Meski dicubit, tidak ada yang berani melaporkan ke polisi.

"Dulu kalau kita salah kadang dicubit oleh guru. Tapi tidak ada yang berani melawan,” katanya.

Sumber : suara.com