Ahok Gabung PDIP, Pengusaha Tionghoa Diyakini Dukung Jokowi

Penari beraksi dalam Perayaan Imlek Nasional 2019 di JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (7/2/2019). Perayaan Imlek Nasional 2019 mengangkat tema Merajut Kebhinekaan Memperkokoh Persatuan. - Antara/Wahyu Putro A.
10 Februari 2019 20:30 WIB John Andhi Oktaveri News Share :

Harianjogja.com, JAKARTA— Bergabungnya Basuki Tjahaya Purnama (BTP) alias Ahok menjadi kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) diyakini mendongkrak elektabilitas pasangan Capres Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ketua DPP PIDP Darmadi Durianto mengatakan dampak positif tersebut muncul meski meski mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak masuk dalam Tim Kampanye Nasional (TKN).

"Sebagai parpol pendukung paslon nomor urut 01, PDIP juga diuntungkan dengan bergabungnya Ahok, terlepas dari berbagai sisi kontroversi yang sering dicitrakan pada dirinya," katanya di sela-sela Perayaan Imlek Nasional Persatuan Kalbar Tionghoa Indonesia (PKTI) yang dihadiri lebih dari 20.000 orang di Jakarta Internasional Expo Kemayoran, Minggu (10/2/2019).

Acara tersebut turut mengundang Ketua Dewan Perwakilan Daerah Oesman Sapta Odang (OSO), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan serta para tokoh perantau Kalimantan Barat (Kalbar) dan para pengusaha keturunan Tionghoa.

Darmadi yang Anggota Komisi VI DPR serta pengurus Megawati Institute itu mengatakan bergabungnya Ahok ke jajaran pendukung Jokowi-Ma’ruf juga akan turut meningkatkan kepercayaan pebisnis terutama dari kalangan Tionghoa yang sebagian termasuk undecided voters terkait Pemilu 2019.

Dia memperkirakan mereka yang belum memutuskan pilihan mencapai sekitar 20%.

“Pendukung Ahok adalah mereka yang sulit mengubah keputusan. Tetapi karena mereka swing voter yang bingung menentukan pilihan maka masuknya Ahok akan membuat mereka ikut mendukung Jokowi,” kata Darmadi.

Darmadi juga mengatakan ada pendukung Ahok yang akan memilih golput alias tidak memilih pada pemilu karena bisnis mereka merosot , tetapi karena kehadiran Ahok maka mereka akan ikut mendukung Jokowi.

Sementara itu, terkait bergabungnya Ahok menjadi kader PDIP dengan mendafar di DPW di Bali, Darmadi mengatakan hal itu tidak masalah. Menurutnya, tidak mungkin Ahok diterima kalau DPP PDIP di Jakarta tidak merestuinya.

Dia menambahkan Ahok lebih memilih menjadi kader PDIP di Bali karena ada alasan historis dan ideologis.

“Mengapa di Bali? Ada nilai sejarah dan ideologis di situ sebagai basis PDIP,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Presidium PKT Indonesia Rudi Halim mengatakan bahwa gelaran perayaan Imlek Nasional Persatuan Kalbar Tionghoa (PKT) Indonesia kali ini bertema “Memperkokoh Empat Pilar Kebangsaan yakni Pancasila, Bhinneka Tuggal Ika, UUD 1945, dan NKR).

Dengan demikian dia menegaskan bahwa acara tersebut tidak punya kaitan dengan dinamika politik saat ini. Dia menegaskan salah satu tujuan acara tersebut juga untuk mengobati kerinduan semua perantau Kalbar yang tersebar di seluruh Indonesia terutama di Jakarta.

“Kita akan terus merawat keberagaman sebagai anak bangsa yang berbeda budaya, agama dan budayanya,”

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia