Ibu dan Anak Asal Solo Terseret Ombak Pantai Drini, SAR Bergerak Cepat
Ibu dan anak asal Solo terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul. Keduanya berhasil diselamatkan petugas SAR, satu korban dirawat di RSUD Saptosari.
Ilustrasi video mesum (JIBI/Solopos/Dok.)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Masyarakat Gunungkidul dihebohkan munculnya video mesra siswi Sekolah Menegah Pertama
(SMP) Negeri di Gunungkidul.
Salah seorang warga Wonosari, Aditya Putra,25, mengaku secara tidak sengaja menemukan adegan seronok tersebut. Awalnya, dia
hanya ingin mencari video tentang seluk beluk Gunungkidul.
“Saya kaget, karena setelah mencari di mesin pencari Youtube, saya menemukan video mesum itu. Dikarenakan penasaran, saya coba klik link tersebut. Ternyata hasilnya sungguh mengagetkan,” katanya kepada Harianjogja.com, Rabu (22/10/2014).
Dia pun menyayangkan adegan tersebut beredar luas. Terlebih lagi, menurut Adit, pemeran video itu masih berusia remaja. Sebab, dari pakaian yang dikenakan menandakan masih duduk di bangku SMP.
“Sungguh tragis. Harusnya malu, apalagi masih menggunakan seragam sekolah. Masak perilaku generasi penerus bangsa seperti ini?” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan, Markus,31, salah seorang warga asal Playen. Menurut dia, tidak sepantasnya siswi sekolah berbuat seperti itu. terlebih lagi, adegan itu dengan sangat jelas menunjukkan almamater sekolah. Dia mengaku mengetahui video tersebut dari kabar seorang teman. Penasaran akan berita itu, dia langsung membuka Youtube untuk membuktikan kebenaran berita itu.
“Ternyata apa yang diomongkan benar. Saya baru saja melihat adegan tersebut,” papar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ibu dan anak asal Solo terseret ombak di Pantai Drini, Gunungkidul. Keduanya berhasil diselamatkan petugas SAR, satu korban dirawat di RSUD Saptosari.
Ramalan zodiak pekan 22–28 Juni 2026 saat Jupiter bersiap memasuki Leo, membawa perubahan pada cinta, karier, dan keuangan.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sleman kembali membuka layanan SIM Keliling pada Senin 22 Juni 2026.
Kadipaten Pakualaman tidak hanya memiliki sejarah panjang tentang budaya dan pemerintahan, tetapi juga memiliki perhatian khusus pada dunia pendidikan
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Dari ketinggian 2.330 meter, para pelari tak hanya mengejar garis finis—mereka mengejar harapan baru bagi pariwisata dan ekonomi Jawa Tengah.