Perlinsos Digital, Pemerintah Targetkan 50 Persen Penduduk Terdata
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Ilustrasi ujian masuk PTN./JIBI
Harianjogja.com, DEPOK - Hingga Sabtu (15/6/2019), sudah sekitar 300 ribu peserta yang mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 hingga Sabtu (15/6/2019). Jumlah tersebut merupakan data sementara pada pagi tadi.
"Sampai pagi tadi, dilihat sudah sekitar 300 ribu-an peserta yang mendaftar SBMPTN," ujar Ketua Pelaksana Eksekutif Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) Budi Prasetyo dalam acara SBMPTN 2019 Info Day di Balairung Universitas Indonesia (UI), Depok, Sabtu (15/6/2019).
Dia menyatakan, angka itu terbilang masih jauh dari jumlah peserta yang mengikuti UTBK yakni sekitar 800 ribu. Dengan demikian, masih sekitar 500 ribu peserta lagi yang belum melakukan pendaftaran SBMPTN.
Budi mengakui, para peserta yang belum mendaftar umumnya masih memilah jurusan dan universitas mana yang akan dituju dengan mempertimbangkan hasil nilai UTBK yang didapat. Kendati demikian, dia mengimbau untuk peserta segera melakukan pendaftaran SBMPTN.
Hal itu diperlukan untuk menghindari terjadinya \'server down\' pada website pendaftaran SBMPTN, jika para peserta tiba-tiba menumpuk melakukan pendaftaran di hari akhir. Lagi-lagi ini akan merugikan peserta.
Adapun pendaftaran SBMPTN 2019 sudah dimulai sejak tanggal 10 Juni dan akan berakhir pada 24 Juni. Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi SBMPTN yakni http://pendaftaran.sbmptn.ac.id.
"Kalau terakhir daftar ke 24 Juni, nanti pasti gegeran (menumpuk pengguna sehingga bisa membuat down website) karena masuk bersamaan. Apalagi kan dibutuhkan proses unggah portofolio," kata dia.
Budi pun menekankan, peserta untuk bisa segera mengambil keputusan terkait jurusan dan universitas yang dituju. Tentunya hal ini juga dengan memperhitungkan segala sesuatunya, terkhusus soal hasil nilai UTBK.
"Jadi saya minta untuk bisa sangat segera saja mendaftar," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Mensos Saifullah Yusuf menargetkan 50 persen penduduk Indonesia masuk sistem Perlinsos Digital hingga Desember 2026.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Densus 88 menangkap 11 tersangka terorisme di enam provinsi. Mereka diduga terkait jaringan Daulah Islamiyah dan menjalani pelatihan.
Dua atlet menembak Gunungkidul, Kanuruan Al Ghozi dan Anang Febrian, mengikuti Pelatnas untuk kejuaraan dunia Qatar sebagai kualifikasi Olimpiade 2028.
Hyundai membatalkan peluncuran Ioniq 3 di Australia karena biaya impor tinggi. Harga mobil listrik itu dinilai sulit bersaing.