Muse Meta Tembus 3,4 Juta Unduhan, Kalahkan Awal ChatGPT
Muse milik Meta menembus 3,4 juta unduhan dan tumbuh lebih cepat dari ChatGPT, Claude, serta Grok pada awal peluncurannya.
Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean./Suara.com-Yosea Arga Pramudita
Harianjogja.com, JAKARTA--Lantaran ada yang merundung istri Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono(SBY), Ani Yudhoyono yang tengah jatuh sakit, Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean memutuskan untuk berhenti mendukung Capres - Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Merespon hal itu, juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Andre Rosiade meminta Ferdinand untuk tidak membawa perasaan alias baper.
Andre mengatakan, bahwa Partai Gerindra dan BPN selalu mendoakan Ani lekas sembuh dari penyakitnya. Bahkan Andre mengatakan, bukan hanya partai ataupun tim sukses, masyarakat yang notabene pendukung Prabowo - Sandiaga juga tidak pernah lupa mendoakan kesembuhan Ani.
"Kami keluarga besar Partai Gerindra dan BPN selalu mendoakan kesembuhan bu Ani, bahkan saya pribadi pun dalam kampanye di Sumbar bersama ribuan masyarakat mendoakan bu Ani cepat sembuh," kata Andre melalui akun Twitternya @andre_rosiade pada Minggu (19/5/2019).
Justru di sisi lain Andre malah bingung dengan apa yang dilakukan Ferdinand saat ada akun anonim yang merundung Ani kemudian berimbas kepada berhenti untuk mendukung Prabowo - Sandiaga.
Meskipun menghormati dengan apa yang dilakukan Ferdinand, namun Andre meminta kepada Ferdinand untuk tidak bermain drama.
"Menjadi aneh ada akun yang tidak dikenal membully bu Ani lalu ada yg teriak-teriak tidak mendukung Prabowo - Sandiaga. Itu hak anda kalau mau dukung atau tidak, kami menghormati nya. Tapi tolong dong jangan main drama dengan cari pembenaran bullyan akun tidak dikenal," tandasnya.
Untuk diketahui, Ferdinand Hutahaean menyatakan berhenti mendukung pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno.
Keputusan itu diambil Ferdinand lantaran geram mendapati serbuan buzzer di media sosial yang menghina dan mengolok-olok Ani Yudhoyono yang sedang menjalani perawatan akibat kanker darah di Singapura.
Pernyataan tak lagi mendukung Prabowo - Sandiaga, diutarakan oleh Ferdinand melalui akun Twitter pribadi miliknya @FerdinandHaean2.
"Pagi ini, saya menemukan bullyan yang sangat tidak berperi kemanusiaan dari buzzer setan gundul yang mengolok Ibunda Ani yang sedang sakit. Sikap itu sangat brutal," cuit Ferdinand seperti dikutip Suara.com, Minggu (19/5/2019).
"Atas perilaku brutal buzzer setan gundul itu, saya Ferdinand Hutahaean, saat ini menyatakan berhenti mendukung Prabowo Sandi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Muse milik Meta menembus 3,4 juta unduhan dan tumbuh lebih cepat dari ChatGPT, Claude, serta Grok pada awal peluncurannya.
Triumph Bonneville T40 dan T40 Black hadir dengan mesin 400 cc, desain klasik, serta fitur modern. Harga baru diumumkan pada awal 2027.
Pekerja desa seperti petani, pedagang, dan buruh tani kini bisa mendapat perlindungan BPJS Ketenagakerjaan dengan iuran mulai Rp8.400 per bulan.
Menkum Supratman Andi Agtas meluruskan polemik sound horeg. Kementerian Hukum disebut tak pernah menerbitkan hak cipta sound horeg.
AI mulai menjadi teman curhat bagi sebagian orang. Sejumlah penelitian mengungkap hubungan AI dengan kesepian, kedekatan emosional, dan ketergantungan.
Eko Suwanto mengucapkan HUT ke-270 Kota Jogja dan mendorong Pemkot memperkuat anggaran pro rakyat untuk menekan kemiskinan.