OPINI: Apoteker Masa Depan Tidak Cukup Hanya Pintar tentang Obat
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
Kepala Staf Presiden Moeldoko./Suara-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA- Pemerintah menyebut, klaim kecurangan Pemilu 2019 dilakukan secara terstruktur, tersistematis, dan masif.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai, acara Ijtimak Ulama III yang bakal digelar sekelompok orang dari GNPF—ulama pendukung Capres dan Cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto – Sandiaga Uno berpotensi memicu gerakan massa usai Pilpres 2019.
Ijtimak Ulama III rencananya digelar sebagai respons atas penilaian GNPF bahwa Pilpes 2019 diwarnai kecurangan.
Moeldoko menilai justru sebaliknya, isu mengenai adanya kecurangan diembuskan secara terstruktur, tersistematis, dan masif seusai hari pencoblosan pilpres, untuk ”membakar” massa.
"Iya bisa ke arah situ (adanya gerakan massa). Karena apa? Soal ekcurangan itu selalu diembuskan. Ini menurut saya sebuah upaya yang harus dihentikan," ujar Moeldoko di Kantor KSP, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/4/2019).
Moeldoko yang juga menjadi Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi – Maruf Amin tersebut meminta semua pihak tak membuat banyak tudingan, sementara proses pilpres masih belum tuntas.
"Eggak boleh menjustifikasi sebuah persoalan yang belum tuntas. Selesaikan saja melalui cara-cara konstitusional, bukan dengan ijtimak itu, apa urusannya itu. Urusan politik kok dicampur adukkan tidak karu-karuan, sehingga membingungkan masyarakat," sambungnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pendidikan farmasi perlu menyiapkan apoteker masa depan yang kuat dalam ilmu, kolaborasi, literasi digital, AI, inovasi, kepemimpinan, dan perspektif One Health
DPRD DIY mengusulkan Bioskop Rakyat Rp10.000 diperluas hingga kemantren, kapanewon dan kelurahan untuk pemerataan akses film.
Polisi menembak mati AF, terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Tulang Bawang setelah menyerang petugas dengan senjata tajam.
Satgas PKH menyerahkan Rp13,2 triliun hasil penindakan tahap ke-8 ke Kemenkeu. Penyerahan disaksikan Presiden Prabowo Subianto.
Jelajah Tamanmartani Kulinerun digelar 24–25 Oktober 2026 dengan olahraga, kuliner, budaya, serta konsep living medal berupa bibit tanaman
Kasus ISPA di Kulonprogo mencapai 84.756 hingga pekan ke-39 2026, naik 1,3 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.