Indonesia Tanpa Marselino, Ragnar, dan Justin Hubner Hadapi Timor Lest
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Amien Rais./Antara-Puspa Perwitasari
Harianjogja.com, JAKARTA--Ketua Dewan Pengarah Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Amien Rais mengingatkan masyarakat Indonesia agar mewaspadai gencarnya serangan money politics menjelang pelaksanaan Pilpres pada 17 April 2019.
"Sekarang ini menjelang April, para pemuja uang sudah menggunakan cara paling vulgar, untuk menaklukkan masyarakat supaya memilih pasangan tertentu, apalagi kalau bukan dengan uang, sembako, segala macamnya," kata Amien saat menjadi pembicara dalam diskusi mingguan bertema Tolak Money Politics, di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (12/3/2019).
Menurut dia, bila berbicara soal politik uang, maka masyarakat tidak boleh kehilangan wawasan bahwa politik uang itu merupakan bagian dari yang tak terpisahkan dari kebudayaan. "Masyarakat yang tidak dididik untuk mempunyai fondasi moral yang kuat, maka biasanya mereka menyembah uang. Ini yang harus diatasi," ujar mantan Ketua MPR ini.
Amien juga menyinggung politik uang yang masuk mulai dari kecamatan hingga kelurahan. Namun menurutnya, politik uang yang paling berbahaya ketika sudah menyentuh pimpinan negara paling tinggi. "Tapi kalau yang kena itu pucuknya negara, ini adalah tanda dari sebuah kiamat kecil, kiamat bangsa bersangkutan," ucap Amien.
Di tempat yang sama, Direktur Relawan BPN Prabowo-Sandi Ferry Mursyidan Baldan, mengatakan, dalam konteks pemilu, maka tema money politics itu dari pemilu ke pemilu tidak pernah kunjung tuntas. "Padahal kalau kita tahu dan menempatkan bahwa pemilu adalah sebuah peristiwa yang menimbulkan peradaban bangsa, maka semua kita terikat komitmen menolak money politics. Karena pemilu itu simbol peradaban bangsa," kata Ferry.
Ia menambahkan ketika pemilu dihadapkan dirusak dengan "money politics", maka kekuasaan yang didapatkan dari hasil pemilu tidak akan membawa kebaikan atau keberkahan. "Dalam konteks pilpres ini sangat berbahaya. Tolak dengan segala cara yang kita mampu karena kita mau menyelamatkan bangsa in," tegas Ferry.
Pembicara lain dalam diskusi itu, yakni Anggota DPR Fraksi PKS Ledia Hanifa Amaliah, dan Waketum Gerindra Ferry Juliantono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Timnas Indonesia dipastikan tanpa Marselino Ferdinan, Ragnar Oratmangoen, dan Justin Hubner saat menghadapi Timor Leste di Piala AFF 2026.
Pemprov DIY menetapkan empat kalurahan sebagai percontohan revitalisasi Lumbung Mataraman untuk memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 31 Juli 2026 tersedia 15 perjalanan. Tarif tetap Rp8.000 dengan layanan dari Yogyakarta hingga Palur.
Pemkab Kulon Progo dan BBWS Serayu Opak mengeruk Sungai Serang untuk mitigasi banjir sekaligus memanfaatkan sedimen bagi infrastruktur Porda DIY 2027.
DPC PDIP Sleman menggelar sarasehan dan nobar film Kudatuli di Minggir sebagai pendidikan politik serta penguatan soliditas kader menuju Pemilu 2029.
PSS Sleman memastikan seluruh pemain lokal anyar telah tiba di Sleman dan menjalani MCU. Persiapan tim terus dimatangkan untuk musim kompetisi 2026.