Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. /Okezone
Harianjogja.com, JAKARTA- Capres Prabowo Subianto dinilai tidak bijak soal kemurkaannya kepada media lantaran tak meliput acara reuni Alumni 212 pekan lalu.
Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia Abdul Manan menilai kemarahan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto kepada wartawan menjadi catatan tersendiri pada integritasnya di mata publik.
Menurut Abdul, seharusnya Prabowo bersikap bijak dalam mengkritik pemberitaan, bukan menunjukkan kemarahannya kepada wartawan.
"Tapi pernyataan itu dan kemarahannya di depan publik seperti itu menjadi catatan soal integritasnya. Sebagai calon presiden, harusnya dia kan menunjukkan sikap bijak menghadapi kritik atau sikap berbeda, bukan malah menunjukkan kemarahan seperti itu," ujar Abdul kepada Suara.com, Kamis (6/12/2018).
Pernyataan Abdul menanggapi kemarahan Prabowo di sejumlah media massa di Indonesia dinilai tidak objektif dalam memberitakan jumlah massa yang hadir di acara Reuni Akbar 212. Prabowo mengklaim reuni 212 yang berlangsung di lapangan Monas, Jakarta Pusat, akhir pekan lalu dihadiri 11 juta umat Islam.
"Dia [Prabowo] itu calon presiden. Jika menghadapi perbedaan seperti ini saja dia tak proporsional dan tak cukup bijak, bagaimana dia akan menanggung beban berat sebagai presiden yang pasti jauh lebih besar," katanya.
Abdul pun menyayangkan sikap Prabowo yang menuding media tidak bisa dipercaya karena membuat berita bohong. Pasalnya kata Abdul, kenyataannya banyak media yang memberitakan soal aksi Reuni 212.
"Prabowo menuding media bias dan tak bisa dipercaya dalam soal liputan Reuni 212. Kalau mengatakan media tak meliput berita itu, itu pasti bohong. Karena kenyataannya banyak juga media yang membuat berita soal itu," ucap dia.
Lebih lanjut, Abdul juga menyerahkan kepada masyarakat yang menilai soal kemarahan Prabowo. Ia yakin masyarakat bisa menilai langsung siapa yang layak dipercaya.
"Karena itu, biar publik yang menilai apakah kemarahan itu proporsional atau sikap cengeng yang berlebihan. Saya percaya publik bisa menilai, mana yang lebih layak dipercaya, media atau Prabowo," tandasnya.
Sebelumnya Prabowo Subianto menyampaikan kemarahannya pada sejumlah media mainstream di Indonesia. Kekesalan Prabowo berawal dari seringnya media menerbitkan berita tidak berimbang dalam memberitakan jalannya Pemilihan Presiden 2019.
Puncaknya, Prabowo menilai media sudah menelanjangi tubuhnya sendiri lantaran enggan memberitakan peristiwa reuni 212 di Lapangan Monas, Minggu (2/12/2018).
"Ada upaya besar untuk memanipulasi demokrasi di Indonesia. Parpol mau dibeli, pejabat mau dibeli dimana-mana, rakyat mau dibohongi, dicuci otaknya dari pers yang banyak bohongnya daripada benarnya," ujarnya.
Karena itu, di depan para penyandang disabilitas Prabowo menyerukan untuk tidak menghormati media-media yang ada di Indonesia. Prabowo bahkan menyebut media-media di Indonesia sebagai antek asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Maarten Paes disorot media Vietnam setelah Indonesia menahan Malaysia 0-0. Paes dinilai berperan penting saat Garuda bermain 10 pemain.
Cara cek BPJS Kesehatan nunggak atau tidak bisa dilakukan lewat Mobile JKN, PANDAWA, dan Care Center 165. Simak langkah lengkapnya.
SUV boxy makin populer di pasar global. Desainer Chery menilai desain mengotak bukan sekadar tren dan punya alasan fungsional.
Amri/Nita meraih medali perak Asian Games 2026 setelah kalah 19-21, 8-21 dari Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin di final.
Tiongkok menjadi negara dengan gelar juara umum Asian Games terbanyak. Simak daftar gelar Tiongkok, Jepang, dan posisi terbaik Indonesia.