KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Viking, suporter Persib Bandung./Antara
Harianjogja.com, BANDUNG – Seorang legenda Persib Bandung mengungkapkan penyebab, suporter Viking kini menjadi brutal.
Legenda Persib Bandung Wawan Hermawan mengusulkan kelompok suporter Viking dibubarkan.
Pernyataan ini menyikapi tewasnya suporter asal Jakarta, Haringga Sirla (23) saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu 23 September 2018 lalu.
"Viking [supporter Persib Bandung] dan supporter lainnya ditiadakan saja," kata Wawan, saat ditemui di Bandung, Selasa (25/9/2018).
Mantan kiper Persib era 80-an ini menuturkan, sikap anarkis yang kerap ditunjukan suporter Persib Bandung, karena dianggap sudah tidak memiliki figur yang bisa menjadi pembina.
"Dulu [Ada] Ketua Viking Ayi Beutik [alm], meski dia preman tapi dia mendidik. Sekarang mungkin, enggak ada figur jadinya brutal," ungkapnya.
Wawan juga menyayangkan pengelolaan tiket yang berimbas dengan membludaknya penonton penonton yang masuk ke stadion.
"Saya mendengar tiket habis, kok penonton membludak, ke mana tiket larinya kan? Kemudian di luar harusnya ada layar lebar, ini kan enggak ada," ungkapnya.
Legenda Persib ini, pun mengatakan dengan atas kejadian tersebut, dirinya turut prihatin atas kejadian tersebut.
"Sangat mengkhawatirkan pengeroyokan tersebut. Sampai kayak binatang sangat biadab dan saya prihatin," jelasnya.
Seperti diketahui, pertandingan Persib melawan Persija telan satu korban. Ialah Haringga Sirla (23) warga Bangunusa, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, dikeroyok hingga tewas oleh sejumlah orang, saat tengah akan menonton di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), yang terjadi kemarin, Minggu 23 September 2018.
Dalam kasus ini polisi menangkap delapan orang yang telah dinaikkan statusnya sebagai tersangka.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Menkes Budi Gunadi Sadikin membahas kondisi keuangan BPJS Kesehatan, suntikan Rp20 triliun, hingga kualitas layanan rumah sakit.
Polisi membekuk Gembel, spesialis pencuri pompa sumur bor yang terungkap beraksi di 19 TKP di Gunungkidul dan Bantul.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji meminta ASN meninggalkan kebiasaan lama dan memperkuat target pembangunan, termasuk kemiskinan dan pengangguran.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Pemkab Sleman dan Klaten menyepakati pembagian PBJT Candi Prambanan untuk mengoptimalkan PAD dan pengembangan kawasan wisata.