Ole Romeny Ungkap Arti Trofi FIFA ASEAN Cup bagi Timnas Indonesia
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Ilustrasi nyamuk DBD/JIBI
Harianjogja.com, CIANJUR-Bayi di bawah umur lima tahun (balita) dua tahun Fatimah Azahra anak pasangan Uyon (47) dan Atik (41) warga Kampung Cibakung, Desa Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, Jawa Barat, penderita DBD meninggal dunia di RSUD Cianjur.
Sebelumnya balita tersebut sempat menjalani perawatan intensif selama empat hari di RSUD Cianjur karena mengalami panas tinggi. Kedua orang tua balita tersebut, tidak tahu kalau anaknya mengalami DBD.
"Karena demam tinggi, kami membawa Fatimah ke Puskesmas Ciherang, ketika itu dokter hanya memberi tahu kalau anak kami mengalami demam biasa akibat faktor cuaca, meskipun ketika itu sudah muncul bercak merah di tubuhnya," kata Atik pada wartawan Minggu (23/9/2018).
Merasa tidak puas dengan keterangan dokter tersebut, Atik membawa kembali anaknya pulang untuk dirawat di rumah. Namun bidan puskesmas Sukaluyu Anggi Mustika yang mendapat kabar perihal tersebut langsung datang ke rumah Fatimah.
"Kami langsung mendatangi pasien dan langsung merujuk ke RSUD untuk mendapat penanganan intensif. Hasil lab menyatakan Fatimah menderita DBD kritis sehingga harus menjalani rawat inap," katanya.
Dia menuturkan, sejak beberapa hari terakhir pihaknya menerima tiga laporan adanya warga Cibakung yang diduga terjangkit DBD, sehingga dia berharap ada penanganan serius dari dinas.
Sementara Kepala Desa Selajambe, Agus Junaedi mengatakan sepekan terakhir tiga orang warganya dibawa ke RSUD Cianjur karena diduga terjangkit DBD, satu orang meninggal dunia dan dua lainnya sudah sehat kembali.
"Puskemas terdekat dari Kampung Cibakung adalah Puskesmas Ciherang, sehingga keluarga membawa Fatimah ke puskesmas tersebut, namun diagnosa dokter hanya panas biasa bukan DBD," katanya.
Ia menyanyangkan diagnosa yang dilakukan dokter ketika itu, membuat kecewa pihak keluarga, namun beruntung bidan setempat mendatangi kelurga pasien dan membawanya ke RSUD Cianjur.
"Untuk antisipasi kami berharap ada fogging yang dilakukan dinas ke daerah kami karena saat ini, tercatat sudah tiga orang warga yang terjangkit DBD, satu orang meinggal," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ole Romeny menyebut trofi FIFA ASEAN Cup 2026 sangat berarti setelah Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti.
Calvin Verdonk bermain di dua posisi saat Indonesia mengalahkan Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026. Ini peran dan komentarnya.
BGN menguji coba MBG prasmanan di dua sekolah DIY dengan 106 siswa. Kepuasan siswa dan guru mencapai 5/5, sisa makanan 3,3 kg.
Veda Ega Pratama punya rekam jejak kuat di Mandalika. Simak modal dan tantangan pembalap Honda Team Asia di Moto3 Indonesia 2026.
DPR RI resmi mengesahkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan menjadi UU pada 6 Oktober 2026 setelah pembahasan sejak 14 September.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa