KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Olah Foto Prabowo-Jokowi/JIBI-Harianjogja
Harianjogja.com, JAKARTA- Pasangan capres dan cawapres Jokowi-Ma\'ruf Amin di media sosial unggul di kalangan pemilih SD hingga SMA.
Dalam rilis hasil survey nasional Lingkar Survey Indonesia (LSI) Denny JA, pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Maruf Amin unggul tipis di atas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jokowi - Maruf Amin unggul di kalangan pengguna media sosial dibandingkan survei di kantong-kantong suara pemilih.
Tim Riset LSI Denny JA, Adrian Sopa mengatakan ada tiga alasan mengapa pasangan Jokowi-Maruf Amin lebih unggul dibanding Prabowo-Sandiaga.
Pertama, para pengguna media sosial secara umum lebih terinformasi dan kritis terhadap kekuasaan. Adrian menyebut pertarungan yang terjadi di media sosial lebih sengit ketimbang pertarungan di dunia nyata.
"Dilihat dari basis yang ada, bahwa menegah atas dan pendapatan atas, ini pengguna sosial media lebih banyak. Memang dia lebih kritis termssuk lebih informatif, dan lebih kritis terhadap kekuasaan yang ada," kata Adrian di Kantor LSI Denny JA, Jalan Pemuda Nomor 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (5/9/2018).
Adrian menjelaskan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan, maka pengguna media sosial akan meningkat. Dari hasil survei, 28,0 persen pengguna media sosial ada sebanyak 8,5 persen basis data pengguna media sosial dengan kategori tingkat pendidikan SD, hasilnya ada sebanyak 75,9 persen yang memilih Jokowi-Maruf Amin, sedangkan Prabowo-Sandiaga dipilih sebanyak 20,7 persen.
Sama halnya di tingkat SMP, dari basis data 19,9 persen, ada sebanyak 47,1 persen yang memilih Jokowi-Ma\'ruf dan 42,6 persen memilih Prabowo-Sandiaga. Kemudian kategori SMA, dari basis data 47,4 persen ada sebanyak 48,1 persen yang memilih Jokowi-Ma\'ruf dan Prabowo-Sandiaga 38,3 persen.
Sedangkan dalam kategori perguruan tinggi dengan basis data 24,2 persen, ada sebanyak 39,8 persen yang memilih Jokowi - Jokowi-Maruf Amin dan 45,8 persen yang memilih Prabowo-Sandiaga.
Adrian menjelaskan alasan kedua, yakni tingkat kepuasan pengguna media sosial terhadap Jokowi - Maruf Amin lebih kecil dibandingkan yang bukan pengguna media sosial.
"Kita melihat bahwa kepuasan pak Jokowi di sosmed lebih rendah dibandingkan dengan yang bukan pengguna sosmed. Keduanya masih memperlihatkan angka kepuasan yang tinggi dibandingkan di atas 68 kemdian 78 persen," jelasnya.
Adrian menjelaskan alasan selanjutnya, yakni #2019GantiPresiden. Tagar tersebut lebih disukai pengguna sosial media ketimbang bukan pengguna sosial media.
"Pengguna media sosial kemungkinan akan bertambah. Seiring perjalanan waktu angka 28,0 persen pengguna media sosial itu akan bertambah," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
BCA memeriksa mata lebih dari 3.500 pelajar di Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu melalui program Mata Cemerlang, Prestasi Gemilang.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.