Serangan Udara Myanmar Tewaskan 50 Orang, PBB Minta Kekerasan Dihentikan
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
Presiden Joko Widodo menyambangi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di kediamannya, di Hambalang, Bogor./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA-Pencana Prabowo Subianto yang ingin bertemu dengan Presiden Joko Widodo sebagai hal yang biasa. Hal itu diungkapkan Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-Ma\'ruf Amin dari Partai Perindo, Denny Adin.
Adin mengatakan pada hakikatnya, Prabowo menemui Jokowi bukan sebagai rivalnya, namun sebagai anak bangsa yang sudah maju sebagai calon presiden (capres) dan melaporkan kepada kepala negara.
“Ini sah-sah saja walau pertarungan belum dimulai, bagaimana pun juga saat ini posisinya berbeda, Pak Jokowi sebagai presiden dan Prabowo ini melaporkan bahwa sudah masuk dalam pencalonan jadi capres, “katanya kepada Okezone, Senin (20/8/2018).
Pertemuan itu diperkirakan tidak ada bedanya ketika Prabowo-Sandi menemui Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK) di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.
“Jadi harus bisa memisahkan saat ini hadir dia [Prabowo] sedang melaporkan, kemarin ketemu Pak JK kan, sekarang berkunjung ke Presden, jadi ya sebagai calon yang maju yang harus sowanlah kepada kepala negara. Ini suatu sikap kenegarawan,” tuturnya.
Menurut Adin, tensi politik saat ini berjalan normal, baik di tingkat akar rumput hingga ke jajaran elite. Yang terjadi hanya kegaduhan di media sosial. kondisi di sosmed-lah yangmembuat seakan-akan iklim politik di Indonesia tidak kondusif.
“Pastinya sebenarnya gini ini panas-panas benar tidak terjadi di jajaran kita atau di kalangan atas tapi panas itu sebenarnya di sosmed. Kalau kita pelajari, kita analisa, sosmed itu selalu jelek saja, jadi apa yang dilakukan Jokowi pasti jelek dinilainya. ini yang perlu diredam itu di sosmed ,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Sekjen PBB Antonio Guterres mengecam serangan udara di Rakhine, Myanmar, yang dilaporkan menewaskan 50 orang dan melukai hampir 60 lainnya.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Warga Padukuhan Karang menolak tambang pasir Sungai Progo. DPRD Kulonprogo mendesak Pemkab hadir, sementara Wabup mengaku sudah mediasi.
Wamenkes Dante Saksono menyebut layanan BPJS akan disetarakan dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal dan prioritas penyakit katastropik.
KPK mengecek aset glamping 1,5 hektare di Ciater, Subang, yang diduga milik polisi Yayat Sudrajat dan terkait kasus suap Pemkab Bekasi.
Komisi C DPRD DIY mengecek talud bronjong 74 meter di Kali Kuning Sleman sebagai antisipasi erosi dan longsor saat musim hujan.