Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Presiden Joko Widodo (kiri) berjalan bersama Perdana Menteri Tiongkok Li Keqiang usai melakukan penanaman pohon di halaman belakang Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (7/5/2018). /Istimewa-suara.com
Harianjogja.com, BOGOR– Presiden Joko Widodo mengeluarkan klarifikasi terkait isu lama yang menuduhnya sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Jokowi heran dengan sejumlah masyarakat yang percaya begitu saja dengan berita bohong yang muncul di media sosial tersebut. Ia mencontohkan beredarnya foto seseorang yang mirip dengannya saat Ketua Umum PKI DN Aidit berpidato.
"Saya lihat di media sosial pidato tahun 1955, saya lahir 1961. Saya belum lahir coba dan ada yang percaya," ucap Jokowi saat membuka acara pendidikan kader ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).
Menurut Jokowi, penegasan bahwa dirinya bukanlah bagian dari PKI terus disampaikan kepada masyarakat. Pasalnya, masih banyak orang yang percaya dengan isu miring seperti ini.
Bahkan, saat Jokowi mengunjungi salah satu pondok pesantren, seorang kiai menanyakan hal ini kepadanya.
"Ada pimpinan pondok, Pak Kiai bisikin pada saya, ‘Pak Presiden saya mau bicara empat mata mohon maaf’. Saya udah pikir pasti ini urusan PKI. Betul. Masuk ke kamar, Pak kiai sampaikan, ‘Pak Jokowi, apa benar kabar bahwa bapak itu PKI”? cerita Jokowi.
"Saya sampaikan Pak Kiai saya lahir 1961. PKI bubar 1965. Apa ada PKI balita? Pak kiai kaget, ‘Betul Pak Jokowi?" tambah Jokowi.
Di depan para kader ulama, Jokowi mengambil kesempatan untuk meminta mereka menyampaikan dakwah yang bermuatan positif. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berharap para kader ulama MUI mengajak masyarakat menghindari penyalahgunaan media sosial untuk hal-hal negatif.
"Jangan sampai kita itu berburuk sangka. Apalagi menyebarkan fitnah. Jangan gampang sekali," tuturnya.
Bila masih ada yang tak percaya dengan jawabannya ini, ia mengajak masyarakat untuk mengecek siapa Jokowi sesungguhnya, termasuk keluarganya.
"Cek masjid di dekat rumah saya di Solo, siapa orang tua saya. Cek saja di sana. Gampang sekali. Apa ada yang bisa ditutup-tutupi sekarang ini?" ungkap Jokowi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengecek lingkungan tempatnya tumbuh dewasa. Menurut Jokowi, Solo, kota kelahirannya terdapat banyak organisasi-organisasi masyarakat (ormas) Islam yang mendirikan cabang di sana.
"NU [Nahdlatul Ulama] punya cabang di Solo, Muhammadiyah ada cabang di Solo, Al Irsyad, Parmusi, Perti, LDII ada cabang di solo. Cek aja di sana," kata Jokowi.
"Gampang sekali sekarang. Apa ada yang bisa ditutupi sekarang ini? Enggak ada. Ini zaman keterbukaan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.