SIM Card Wajib Biometrik, Pelanggan Keluhkan Harga dan Verifikasi
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas./Okezne
Harianjogja.com, JAKARTA– Sayap organisasi Nahdlatul Ulama (NU) GP Anshor dan Banser seluruh Indonesia berkumpul membahas soal dinamika di tahun politik jelang Pilpres 2019.
Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor baru saja menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Jumat-Minggu (3-5/8/2018). Dalam rakornas yang dihadiri seluruh pimpinan wilayah GP Ansor dan Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) Banser seluruh Indonesia tersebut mengemuka beberapa hal terkait dengan situasi terkini, terutama dinamika di tahun politik.
Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, selain sebagai ajang koordinasi antara pimpinan wilayah GP Ansor dan Banser se-Indonesia, rakornas juga membahas dinamika politik belakangan ini, terutama terkait pilkada serentak yang baru saja dilangsungkan, serta pileg dan pilpres 2019 mendatang.
Menurut Yaqut, meski ada beberapa catatan dalam penyelenggaraan pilkada di beberapa tempat, namun sejauh ini pelaksanan pilkada telah berlangsung baik dan lancar. Tidak ada ganguan berarti dalam pelaksanaannya. Ini membuktikan kedewasaan politik masyarakat. Diharapkan hal sama juga berlangsung dalam pelaksanaan pemilihan legislatif yang berlangsung bersamaan dengan pilpres 2019.
Selanjutnya, Yaqut menjelaskan, Rakornas GP Ansor justru menyoroti khusus dinamika yang terjadi dalam kontestasi pemilihan presiden yang menyedot perhatian sangat besar masyarakat, terutama terkait dengan calon presiden.
Yaqut mengatakan, mayoritas peserta rakornas berpendapat, kontestasi pilres saat ini hanya memerlihatkan kegaduhan ketimbang melahirkan narasi besar bagaimana mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi yang terjadi belakangan ini.
“Pilpres ini kegaduhannya luar biasa. Ada yang ribut mengusung #GantiPresiden2019, di lain pihak ramai juga #Jokowi2Periode. Tidak substantif. Tidak ada narasi besar yang dibangun dari para calon presiden, calon pemimpin nasional untuk 2019. Saya melihatnya miris,” tandas Gus Yaqut, sapaan akrabnya, Senin (6/8/2018).
Bahkan, lanjut Gus Yaqut, peserta rakornas menilai, sosok capres atau pemimpin nasional kedepan mesti memiliki karakter yang kuat dalam mengatasi persoalan bangsa yang multidimensi.
“Persoalan bangsa saat ini sangat besar. Kita dihadapkan pada kasus korupsi yang masif, radikalisme dan terorisme, ancaman terhadap kebhinekaan, ekonomi, kemiskinan, tenaga kerja, dll. Sebab itu, calon presiden/calon wakil presiden atau pemimpin nasional bangsa ini mendatang harus mampu menjawab semua tantangan tersebut,” ujarnya.
Selain itu, masih kata Gus Yaqut, calon presiden mendatang sudah semestinya pemimpin yang mampu melahirkan gagasan besar, terutama terkait nasionalisme, bagaimana merekatkan etnisitas dan agama. Termasuk di dalamnya soal ekonomi dan penegakan hukum.
Gus Yaqut mengatakan, GP Ansor menilai tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara sampai sekarang masih belum mendekati cita-cita para founding fathers, terutama dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan rakyat.
“Pemimpin nasional harus dapat memetakan masalah berikut solusinya atau mengeksekusi kebijakan tanpa keraguan demi kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara,” tegas Gus Yaqut.
GP Ansor dalam waktu dekat akan kembali menggelar rakornas setelah para ketua pimpinan wilayah dan Satkorwil se-Indonesia menyerap apa keinginan rakyat sebenarnya atas kepemimpinan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Registrasi SIM card wajib biometrik sejak Juli 2026. Pelanggan mengeluhkan harga naik dan verifikasi wajah yang kerap gagal.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Rabu 14 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA Rabu 14 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo 14 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 14 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.