Beras Ilegal Masuk Indonesia, Amran: Ini Musuh Negara
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.
Seorang awak media mengambil gambar rumah yang telah dipasang garis polisi di Dusun Dusun Bedingin Wetan, Sumberadi, Mlati, Sleman. Rumah tersebut ditinggali keluarga SFH yang diamankan oleh Densus 88, pada Rabu (11/7/2018). /Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, JOGJA- Penangkapan 260 terduga teroris di beberapa wilayah di Indonesia yang dilakukan oleh tim Densus 88 antiteror disebut telah sesuai prosedur.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal M. Iqbal mengatakan, Densus 88 dalam penangkapan terduga teroris melibatkan lapisan masyarakat yang memang sesuai data identitas pelaku.
"Begini, operasi penanggulangan teroris itu secara silmultan dan komprehensif. Dan semua elemen masyarakat ikut, karena tidak mungkin maksimal ketika kepolisian didampingi melakukan operasi ini [bila masyarakat tidak ikut]. Sehingga kami mengajak elemen masyarakat untuk bahu membahu melaksanakan operasi penanggulangan ini," kata Iqbal di Mabes Polri, Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, Senin (6/8/2018).
Menurut Iqbal apa yang dilakukan Densud 88, yang melibatkan masyarakat, agar selalu memperhatikan setiap identitas warga yang berada di sekitar.
"Sehingga tidak ada celah sedikitpun kelompok-kelompok terduga teroris di sana. Aktifkan kembali patroli lingkungan ya, tentang proses penegakkan hukum kami lakukan proses penegakan hukum itu, karena prinsipnya untuk pencegahan," beber Iqbal.
Iqbal menegaskan semua upaya yang dilakukan Densus 88 sudah sesuai prosedur yang berlaku. Apalagi sudah ditetapkan 170 terduga teroris yang menjadi tersangka dalam kasus tersebut.
"Kami jamin, setiap tindakan upaya paksa kepolisian yang dilakukan oleh jajaran kepolisian dan juga termasuk Densus 88 Antiteror sesuai prosedur. Karena ini adalah SOP kepolisian yang tidak bisa dihilangkan atau dilangkahi sedikitpun oleh setiap anggota," tutup Iqbal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Amran Sulaiman menegaskan beras ilegal harus diberantas karena merugikan 115 juta petani dan berpotensi mengganggu swasembada pangan.
Jalan Palagan Sleman rusak di tujuh titik dan butuh perbaikan drainase. DPRD DIY mendorong anggaran sekitar Rp24 miliar melalui APBD.
Stunting di Giwangan tercatat 6,25 persen. Kelurahan membentuk Tim SIGAB Stunting untuk mempercepat deteksi dan pendampingan keluarga.
Skrining TBC di Gunungkidul baru menemukan 411 kasus dari target 1.148 hingga Agustus 2026. Kesadaran warga menjadi salah satu kendala.
Harga cabai rawit di sejumlah pasar rakyat Sleman tembus Rp70.000 per kilogram akibat pasokan berkurang selama kemarau panjang.
Performa Intel Core Ultra, keamanan kelas bisnis, dan ketahanan MIL-STD-810H dalam laptop kerja yang ringan dan terjangkau untuk profesional