Prabowo Minta TNI Utamakan Prestasi, Bukan Senioritas
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. (Youtube - AJCGlobal)
Harianjogja.com, JAKARTA—Katib Aam Nahdatul Ulama (NU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya jadi bahan gunjungan menyusul kunjungannya ke Israel beberapa waktu lalu. Namun, Yahya tak mempermasalahkan hal itu karena dirinya berbicara dalam forum di Israel itu demi kepentingan Palestina.
Yahya justru berpesan agar siapapun tidak tersinggung dengan tuduhan miring, bahkan tudingan kafir oleh kelompok tertentu sekalipun. Menurutnya, sebutan kafir tersebut tidak jadi masalah, asalkan tidak dimusuhi.
“Tak masalah kok dibilang kafir, santai saja, asal jangan dimusuhi, asal haknya setara, tidak ada diskriminasi, dan penindasan," katanya di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia, Jl KH Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2018).
Oleh karena itu, dia mengatakan sudah saatnya semua pihak membicarakan kafir dan nonkafir itu secara santai. "Bapak ibu yang saya hormati, baik kafir maupun nonkafir, saya kira kita sudah saatnya kita bicara kafir dan nonkafir secara santai," katanya.
Salah satu Dewan Pertimbangan Presiden ini menyebut, membicarakan kafir dan nonkafir tersebut menjadi relevan saat ini, karena sudah marak terjadi konflik yang mengatasnamakan agama. Dia mencontohkan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
"Kenapa ini menjadi relevan, karena melihat bahwa dalam sekian dekade terakhir, konflik-komflik yang marak di seluruh dunia. Kawasan Timur Tengah sampai hari ini semakin lama makin parah, semakin menegangkan. Konflik-konflik ini banyak diwarnai oleh konflik keagamaan," tandasnya.
Nama KH Yahya Cholil Staquf sempat menjadi perbimcangan publik ketika hadir dalam sebuah acara di Israel. Dia dinilai tidak mendukung Palestina yang sedang bermasalah dengan Israel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Prabowo meminta TNI mengutamakan sistem prestasi, bukan sekadar senioritas, serta memperkuat sinergi lintas lembaga dan penguasaan teknologi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Selasa 6 Oktober 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu tersedia 12 perjalanan. Simak jadwal lengkapnya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Selasa 6 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Bimbel gratis di Prawirodirjan digelar lima kali sepekan untuk meningkatkan kemampuan belajar anak dan memperluas akses pendidikan.
Prabowo rayakan kemenangan Indonesia atas Thailand di FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menang 4-2 lewat adu penalti di SUGBK.
Indonesia juara FIFA ASEAN Cup 2026 setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti usai bermain 2-2 selama 120 menit.