KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Gunung Agung keluarkan abu vulkanik./Okezone-PVMBG
Harianjogja.com, BANGLI- Hujan abu vulkanis masih mengguyur sebagian wilayah di Kabupaten Bangli, Bali akibat dampak letusan Gunung Agung.
Sejumlah wilayah di Bali seperti di kawasan Desa Suter, Desa Abang Batundinding dan Desa Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, terpapar hujan abu vulkanis akibat erupsi Gunung Agung.
"Disini memang abunya masih tebal, ini abu yang terkumpul sejak letusan hari Kamis (28/6/2018) kemarin sampai saat ini kadang masih terus turun hujan abu," ujar seorang warga Desa Suter, Wayan Eka, Rabu (4/7/2018).
Di kawasan Desa Suter, abu vulkanis tampak masih menutupi atap rumah warga. Tak hanya itu, daun dan pohon-pohon yang berada di pinggir jalan juga tampak berwarna abu-abu akibat tertutup abu vulkanis dengan ketebalan yang bervariasi.
Eka mengatakan, abu vulkanis tampak masih menutupi kawasan tersebut karena di wilayah tersebut sejak terjadinya hujan abu belum turun hujan sehingga warga setempat juga mengalami kesulitan air bersih.
"Dampaknya di sini juga banyak warga yang tanaman di perkebunan rusak dan mati akibat abu. Untuk ternak juga kesulitan mencari pakan karena rumputnya kena abu," katanya.
Di wilayah Penelokan dan Kintamani, Batur. Abu vulkanis tampak juga menutupi sejumlah atap rumah dan pinggir jalan namun dengan intensitas yang lebih tipis dibanding di Desa Suter.
"Ya memang hujan abu sempat turun disini, memang tidak terlalu terasa cuma kami tetap harus mengenakan masker karena debu kadang berterbangan terbawa kendaraan yang melintas," kata Astuti, seorang pedagang yang ada di kawasan Kintamani.
Hujan abu vulkanis memang tampak masih beberapa kali terjadi setelah Gunung Agung mengalami erupsi. Sebaran arah abu juga mengarah ke sejumlah wilayah tergantung arah angin saat terjadinya erupsi.
Selain Bangli, sejumlah kawasan di Tabanan juga terpapar abu vulkanik Gunung Agung, karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan dan Palang Merah Indonesia (PMI) Tabanan membagikan ratusan masker sejak terjadi erupsi strombolian Gunung Agung (2/6/2018).
Kepala BPBD Tabanan, Gusti Ngurah Made Sucita, menjelaskan pihaknya bekerja sama dengan PMI telah mendatangi dua wilayah di Kabupaten Tabanan yang terdampak akibat erupsi tersebut, yakni Desa Antapan, Baturiti dan Pasar Baturiti, Tabanan.
"Kami membagikan ratusan masker dengan menyasar rumah warga dan pasar. Ada 600 masker yang dibagikan di dua lokasi terdampak debu vulkanik itu. Ini sebagai bentuk pencegahan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, karena itu warga harus bisa menjaga kesehatan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Kaspersky menemukan situs palsu yang menawarkan iPhone 18 dengan harga fiktif. Pengguna diminta waspada sebelum memasukkan data pribadi.
Ratusan peserta membersihkan Pantai Baru Bantul. Gerindra mendorong kebersihan menjadi budaya untuk mendukung pariwisata dan ekonomi hijau.
Asah Kreativitas Anak Sejak Dini, Alfamart dan Johnson’s Gelar Lomba Mewarnai di Graha Bung Karno Klaten
Polres Wonosobo menggelar patroli skala besar pada malam libur untuk mengantisipasi balap liar dan berbagai potensi gangguan kamtibmas.
Penempatan manajer KopDes Merah Putih mempertimbangkan kesiapan titik, kuota, kapasitas wilayah, domisili, dan kebutuhan nasional.