Waspada! Katarak Kini Serang Usia Muda, Kenali Penyebab dan Gejalanya
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Mahfud MD/Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan bahwa dirinya tidak akan jadi presiden karena tidak memiliki potongan menjadi presiden. Sejauh ini, ia juga belum menerima tawaran dari partai politik untuk maju sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden.
Hal itu disampaikan Mahfud MD saat memberikan sambutan di kantor Para Syndicat, Kamis (19/4/2018). "Saya tidak akan jadi presiden karena tidak ada potongan jadi Presiden," ujarnya.
Hanya saja, Mahfud sembari bercanda menegaskan ia bukan berarti tidak bersedia maju sebagai capres atau cawapres. "Tidak ada penawaran dari parpol dan calon Presiden," ujarnya.
Justru, dalam kesempatan itu, ia menyebut beberapa tokoh yang dinilai ideal untuk menjadi presiden maupun wakil presiden. Ia menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin), dan Menteri Keuangan Sri Mulyani merupakan sosok-sosok yang layak duduk sebagai cawapres.
Nama Mahfud MD tercatat selalu muncul menjelang Pilpres. Pada 2013 lalu, menjelang Pilpres 2014, muncul gerakan Mahfud MD for President baik di dunia maya melalui forum medsos dan blog, atau aksi nyata di lapangan. Di dunia nyata, sempat bertebaran tagar #mahfudmdforpresident. Ketika itu, para pengusung nama Mahfud memasangkan guru besar hukum tata negara itu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Pada tahun yang sama, Forum Bersih-Bersih Indonesia (FBI) yang beranggotakan sejumlah elemen masyarakat menggalang 10.000 tanda tangan sebagai bentuk dukungan kepada Mahfud MD untuk maju sebagai Capres 2014 di Jogja. Dalam aksi yang digelar di depan Benteng Vredeburg Jogja itu, para peserta aksi membentangkang spanduk sepanjang 97 meter untuk mengumpulkan tanga tangan dari warga yang ada di pusat Kota Jogja itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Kabar24.com
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Dispertapang Kulonprogo mempercepat tanam padi MT 2 di Temon sebelum puncak El Nino agar produktivitas dan stok pangan tetap aman.
BRIN mengungkap penemuan 29 spesies flora baru di Indonesia sepanjang 2025 hingga awal 2026, termasuk Rafflesia dan anggrek.
Bulog mencatat stok beras mencapai 5,36 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah, didukung kapasitas penyimpanan 6,2 juta ton di seluruh Indonesia.
Pemda DIY memperkuat kesiapsiagaan bencana saat peringatan 20 tahun Gempa Jogja dengan menekankan budaya sadar risiko dan mitigasi.
China meluncurkan Shenzhou-23 dengan misi eksperimen tinggal satu tahun di stasiun antariksa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan AS.