Bahaya, Satu NIK Jutaan Nomor Ponsel

Lingga Sukatma Wiangga
Lingga Sukatma Wiangga Rabu, 11 April 2018 14:00 WIB
Bahaya, Satu NIK Jutaan Nomor Ponsel

Ilustrasi chip nomor kartu telepon.

Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua DPR Bambang Soesatyo menganggap sudah saatnya Indonesia butuh undang-undang mengenai data pribadi.

Hal itu merupakan reaksi Bambang atas temuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tentang penggunaan satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk registrasi jutaan nomor telepon seluler (ponsel) prabayar.

Bambang mengatakan temuan Kemendagri itu bukan masalah sepele. Penggunaan satu NIK untuk registrasi jutaan nomor ponsel prabayar merupakan hal serius yang harus dicegah agar tak berulang.

“Meminta pemerintah untuk segera mengusulkan RUU Perlindungan Data Pribadi sebagai program legislasi nasional (Prolegnas) prioritas. Mengingat kasus penyalahgunaan data dan kebocoran data belakangan ini sering terjadi dan semakin memprihatinkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (10/4).

Legislator Golkar yang pernah memimpin Komisi Hukum DPR itu menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak bisa membiarkan persoalan itu begitu saja dan harus segera bertindak.

“Agar Kemenkominfo segera menyelidiki penyalahgunaan data tersebut dan mencarikan solusi. Lakukan tindak pencegahan guna menghindari berulangnya kasus itu,” ujar dia.

Sejatinya satu NIK hanya dibatasi paling banyak untuk tiga nomor saja. Jika lebih, pelanggan seluler diharuskan mendatangi gerai resmi operator untuk mendaftarkan nomor mereka.

Masalah tersebut terendus saat Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh mengungkapkan, ada satu NIK yang dipakai untuk registrasi 2,2 juta kartu seluler Indosat.

Temuan Kemendagri bukan hanya itu, karena ada dua buah NIK yang dipakai hingga 1,6 juta dan 1,8 juta kali registrasi ponsel. Keganjilan ini terjadi hampir di semua operator.

Kemendagri menemukan tiga NIK yang dipakai registrasi hingga ratusan ribu kartu Telkomsel. Penggunaan satu NIK untuk banyak nomor juga terjadi di XL. Hanya di Hutchison 3 dan Smartfren yang menggunakan satu NIK untuk puluhan ribu registrasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis Indonesia

Share

Galih Eko Kurniawan
Galih Eko Kurniawan Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online