Harga Biodiesel dan Bioetanol Naik September 2026
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berunjuk rasa di depan kantor KPU Jateng, Selasa (10/4/2018). (Antara-Wisnu Adhi N.)
Haranjogja.com, SEMARANG - Organisasi mahasiswa Muhammadiyah turun ke jalan memprotes dugaan kecurangan yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah dalam Pilgub 2018.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah bisa saja mengklaim diri netral dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak 2018, namun menjadi hak publik untuk mempercayai ataukah tidak. Keterlambatan KPU Jateng memasang alat peraga kampanye (APK) yang hanya menguntungkan calon yang telah diketahui masyarakat terbukti memicu demonstrasi.
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Selasa (10/4/2018), berunjuk rasa di depan kantor KPU Jateng di Kota Semarang demi memprotes keterlambatan pemasangan APK Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jateng itu. Demo mahasiswa itu berlkangsung tertib di bawah pengawalan ketat polisi, namun nyata menunjukkan turunnya kepercayaan publik atas netralitas penyelenggara pemilu lokal itu.
Dalam aksi unjuk rasa itu para mahasiswa demonstran membawa sejumlah spanduk dan poster yang antara lain bertuliskan, "Menuntut Profesionalisme KPU Jateng", "Telat 1,5 Bulan Adakan Baliho Cagub-Cawagub Jateng?", dan "Berikan Solusi Keterlambatan Pengadaan APK". Koordinator aksi Badrun Nari menilai bahwa keterlambatan pemasangan APK Pilgub Jateng di daerah-daerah oleh jajaran KPU ini menguntungkan calon incumbent alias petahana semata.
"Selain menguntungkan petahana, keterlambatan pemasangan APK Pilgub Jateng perlu ditindaklanjuti apakah ada unsur kesengajaan, kami mencurigai hal itu karena KPU memberikan alasan yang tidak masuk akal," katanya di sela-sela unjuk rasa.
Menurut dia, seharusnya KPU Jateng bisa mengantisipasi keterlambatan pemasangan APK dengan mempersiapkan proses lelang pengadaan sebaik-baiknya. "Keterlambatan pemasangan APK juga berdampak pada antusiasme masyarakat dalam mengikuti semua tahapan Pilgub Jateng," ujarnya.
Oleh karena itu, kata dia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menuntut KPU Jateng bertanggung jawab dan bersikap profesional dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai lembaga penyelenggara pemilu, serta tidak memihak salah satu pasangan calon gubernur. "Kami siap membantu KPU dalam mengawal jalannya semua tahapan Pilgub Jateng sehingga bisa terselenggara dengan lancar," katanya.
Ketua KPU Provinsi Jateng Joko Purnomo saat dimintai konfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa pemasangan APK Pilgub Jateng 2018 dilakukan secara bertahap di sejumlah daerah. "Targetnya pada bulan ini [April 2018] semua APK sudah didistribusikan ke semua daerah," ujarnya sebagaimana dikutip Kantor Berita Antara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
ESDM menetapkan HIP biodiesel Rp15.025 dan bioetanol Rp11.814 per liter pada September 2026, keduanya naik dari bulan sebelumnya.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.
SPP-TDLN mulai memungut PPN transaksi digital luar negeri sejak 25 September 2026 dengan melibatkan perbankan dan fintech.
El Nino diperkirakan berdampak hingga 2027. Pemerintah diminta memperkuat mitigasi untuk menjaga produksi dan harga pangan.
Pemerintah masih menunggu usulan DPR soal presidential threshold dalam revisi UU Pemilu sebelum menentukan sikap terkait aturan pencalonan presiden.
UGM menyiapkan penonaktifan sementara 10 mahasiswa terduga pelaku KBGO di Fakultas Teknik selama 1,5 bulan.