Unisa Fest 2026 Usung Konsep Eko-Green, Tiket Masuk Pengunjung Pakai Botol Plastik
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa
Usai ditandatangani dan distempel, surat itu langsung beredar di lini masa
Harianjogja.com, SLEMAN-Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Yudian Wahyudi mengakui, sebelum menandatangani surat pencabutan itu lebih dahulu menggelar rapat di internal UIN Sunan Kalijaga. Setelah semua mencapai kesepakatan, ia pun membubuhkan tanda tangan tanpa ada keraguan.
"Ya kemarin sore persis setelah disepakati [setelah rapat koordinasi universitas] kemudian saya tandatangani dan rakor ditutup," ujarnya, Minggu (11/3/2018).
http://m.harianjogja.com/?p=901854">Baca juga : Rektor UIN Cabut Kebijakan Soal Cadar karena Banyak Desakan
Usai ditandatangani dan distempel, surat itu langsung beredar di lini masa sekitar pukul 18.30 WIB, Sabtu (10/3/2018) baik melalui grup whatsapp maupun media sosial lainnya.
Pencabutan itu merupakan hasil keputusan bersama hasil rapat koordinasi universitas (RKU) di internal UIN Sunan Kalijaga yang melibatkan sejumlah pimpinan baik di level universitas maupun fakultas. "[Peserta rakor] Pimpinan yang terdiri dari rektor, semua wakil rektor, semua dekan, direktur pasca dan kepala biro [di UIN Suka]," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Unisa Jogja menggelar Unisa Festdengan konsep eko-green. Sampah botol plastik dikelola untuk mendukung beasiswa mahasiswa
PSIM Jogja menilai Grup E League Cup 2026/2027 relatif bersahabat dan diuntungkan karena tak perlu menjalani laga tandang di luar DIY.
Harga iPhone 15 dan 16 turun hingga Rp1,5 juta setelah iPhone 18 rilis. Simak daftar harga iPhone 15, 16, 17 dan 18 terbaru.
Komjak menilai konsep kekayaan tak wajar dan harta tak terjelaskan perlu diperjelas dalam RUU Perampasan Aset.
Nusron Wahid absen dari pemeriksaan KPK sebagai saksi kasus ATR/BPN. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyoroti alasan agenda internal kementerian.
Kasus ISPA di Bantul mencapai 11.883 kasus pada April 2026 sebelum turun pada Juli dan Agustus, menurut data Dinkes Bantul.