New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Tim IPDC UII saat tampil dalam Festival Forklore Internasional di St. Petersburg, Rusia, 15-17 November lalu. (Foto istimewa, dokumen UII)
Prestasi mahasiswa UII dalam International Folklore Festival berhasil menyaber enam medali
Harianjogja.com, SLEMAN - Tim International Program Dance Club (IPDC) Universitas Islam Indonesia (UII) melakukan debut manis dalam festival tari tradisional tingkat dunia berlabel 9th International Folklore Festival yang digelar di Saint Petersburg, Rusia, 11-15 November lalu.
Dalam ajang itu tim IPDC UII memborong enam medali sekaligus.
Penghargaan yang berhasil diraih oleh IPDC di antaranya, First Prize for Folk Dance kategori usia 18-45 tahun, Star of Interfolk 2016, Jury Prize for Best Accompaniment Music, Jury Prize for Best Artistry, dan Jury Prize for Performance Mastery. IPDC UII juga sekaligus menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menyabet semua penghargaan itu
Ketua delegasi tim IPDC UII Roekhedi Priyo Santoso mengungkapkan perjuangan untuk sampai di tahap ini harus dilalui oleh timnya dengan susah payah.
"Sebagai gambaran, mereka harus bersaing dengan 53 kelompok kesenian dari 29 negara dalam beberapa babak," ujarnya sebagaimana rilis yang diterima Harianjogja.com, Kamis (17/1/2016).
Menurut dia, panitia mendatangkan dewan juri yang sangat kompeten di bidang seni tradisional seperti Ketua Bidang Lagu Rakyat di St. Petersburg State Institute of Culture, Koreografer pemenang penghargaan dari UNESCO, Dekan Fakultas Kesenian Rakyat di Gnessin Russian Academy of Music, dan Profesor bidang Etnomusikologi.
Pada babak awal, IPDC UII mempersembahkan satu tarian Aceh yang bernama Tarek Pukat. TM. Rafsanjani sebagai Art Director dan Muhaimin Yahya sebagai pelatih tari IPDC UII menyatakan tarian Tarek Pukat ini biasanya dibawakan oleh sekelompok penari wanita yang menari dengan menggunakan tali sebagai atribut menarinya.
Tarian tersebut menggambarkan tentang aktivitas para nelayan Aceh saat menangkap ikan di laut.
Penampilan perdana mereka di hadapan publik Rusia mendapat sambutan positif. Para penonton yang berkumpul di Pusat Kebudayaan “Kaskad”, wilayah Peterhof, Rusia merasa terhibur dengan tarian mereka dan memberikan pujian serta sapaan hangat meski cuaca di Peterhof sangat dingin akibat hujan salju tebal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Kamis 24 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.
SIM Keliling Polda DIY Kamis 24 September 2026 hadir di Q Homemart. Cek jadwal, syarat, biaya perpanjangan SIM A dan SIM C.
Jadwal SIM Keliling Jogja Kamis 24 September 2026 tersedia di Alkid. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
DPRD DIY mendorong budaya literasi tidak hanya meningkatkan minat baca, tetapi juga kualitas SDM, pendidikan, dan peluang masyarakat memperoleh pekerjaan layak.