Kemarau Panjang hingga November, Dewan Minta Pangan Gunungkidul Dijaga
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Siswa SMP Luar Biasa (LB) mengikuti Ujian Nasional (UN) 2015 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPLB Dharma Wanita, Kota Madiun, Jawa Timur, Senin (4/5/2015). UN di sekolah tersebut diikuti tiga orang siswa, masing-masing, seorang tuna daksa, dan dua orang tuna rungu wicara. (JIBI/Solopos/Antara/Siswowidodo)
Hasil UN SMP untuk nilai tertinggi dipegang siswa dari Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hasil Ujian Nasional Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali mendudukan Kabupaten Gunungkidul di posisi buncit. Parahnya lagi, nilai rataan juga turun 0,8 poin dibandingkan dengan hasil di tahun lalu.
Meski prestasi cenderung menurun, namun ada sedikit kebanggan yang muncul dari pelaksanaan UN lalu. Salah seorang siswi SMP Negeri 1 Wonosari, Mellina Ambriyanti memeroleh predikat terbaik dengan nilai UN 39,80.
Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid mengatakan, untuk tingkat kelulusan siswa belum bisa disebut presentasenya. Sebab, kewenangan kelulusan berada di masing-masing sekolah, karena UN tidak lagi menjadi penentu utama kelulusan.
“Kami masih harus menunggu laporan dari masing-masing sekolah. Tapi untuk rekap nilai UN se-DIY sudah ada,” kata Bahron kepada Harianjogja.com, Selasa (9/6/2015).
Dia menjelaskan, rata-rata kelulusan siswa tahun ini 23,78. Posisi ini menempatkan Gunungkidul di peringkat terbawah dari lima kabupaten-kota di DIY.
“Posisi kita memang berada di tingkat paling bawah. Namun, ada yang membuat kami bangga, karena salah satu siswa bisa keluar menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Mantan Kepala Bidang Pendidikan Menegah ini menambahkan, prestasi terbaik itu diperoleh salah satu siswi SMP Negeri 1 Wonosari atas nama Mellina Abriyanti. Dalam UN beberapa waktu lalu, siswi tersebut memeroleh nilai 39,80. “Nilai ini menempatkan Mellina sebagai yang terbaik di DIY,” ujar Bahron.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan Pertama Disdikpora Gunungkidul Kusmanto mengakui, jika rerataan nilai UN mengalami penurunan. Hal ini terlihat dari perbandingan hasil UN tahun ini dengan di 2014 lalu. Rataan sekarang menurun 0,8 dibandingkan capaian di tahun lalu dengan rata-rata 24,58.
“Saat ini rata-ratanya hanya 23,78. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, jumlahnya ada penurunan,” ungkap Kusmanto.
Menanggapi penurunan hasil ini, Kusmanto mengaku telah berusaha dengan maksimal. Dengan hasil ini, akan dijadikan sebagai landasan untuk penentuan kebijakan ke depan yang lebih baik lagi, sehingga nilai para siswa bisa meningkat di tahun-tahun selanjutnya.
“Ini sebagai bahan introspeksi diri. Ke depannya, kami akan berusaha lebih maksimal lagi,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul meminta pemkab memperkuat mitigasi dampak kemarau panjang hingga November agar pertanian dan stok pangan tetap aman.
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Kemenpar merilis statistik pariwisata 2025 di 10 DPP dan 3 DPR. Simak daftar destinasi serta indikator yang menjadi perhatian pemerintah.
PGN Gagas memperluas penggunaan CNG di Jogja dan Jawa Tengah. CNG diklaim bisa menghemat biaya energi hingga 30%.
Forum IHKS 2026 di Jogja menghadirkan 100 ahli ortopedi dari 15 negara untuk membahas sendi, operasi robotik, hingga AI dalam dunia medis.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menghadirkan Zona Travel di Hall 10 dalam gelaran BNI wondrX 2026 yang berlangsung di ICE BSD City