MIRAS OPLOSAN : Dua Nyawa Melayang di Bantul

Bhekti Suryani
Bhekti Suryani Kamis, 12 Desember 2013 23:35 WIB
MIRAS OPLOSAN : Dua Nyawa Melayang di Bantul

Ilustrasi mayat (JIBI/Harian Jogja/Antara)

Harianjogja.com, BANTUL - Miras oplosan kembali membawa korban. Kali ini dua nyawa melayang di Bantul dalam kurun waktu tiga hari.

Korban miras yang dioplos dengan bahan berbahaya itu adalah Slamet Widodo, 34, warga Dusun Gedongsari, Wijirejo, Pandak dan Joko Telek warga Depok, Desa Bantul. Joko meninggal Minggu (8/12/2013), sedangkan Slamet Widodo pada Selasa (10/12/2013).

Kabar tewasnya dua warga tersebut diungkapkan salah satu warga Dusun Gedongsari. Pria yang meminta identitasnya dirahasiakan itu mengungkapkan, warganya meninggal dunia setelah minum miras yang diduga telah dioplos. "Yang satu tewas duluan yang satu baru Selasa kemarin," terang sumber itu saat ditemui Kamis (12/12/2013).

Menurutnya, bukan kali pertama warga di Pandak meninggal karena miras. Dua bulan lalu, warga Desa Gilangharjo, Pandak juga tewas setelah menenggak miras yang diduga oplosan.

Sebelum tewas, Slamet Widodo sempat mengeluh sakit dan berobat ke Puskesmas Pandak I pada Senin (9/12/2013). Adis, dokter Puskesmas Pandak I yang menangani pasien tersebut mengatakan, korban mengeluh pusing dan muntah. "Tapi enggak mengaku kalau habis minum, padahal ciri-cirinya dapat diketahui," terang Adis.

Adis lalu merujuk korban ke RS PKU Muhammadiyah Bantul. Namun nyawa korban tak tertolong.

Kapolres Bantul AKBP Surawan saat dikonfirmasi membenarkan penyebab kematian dua warganya tersebut. Dari hasil diagnosa dokter, kedua korban meninggal akibat keracunan minuman. "Diduga ya miras oplosan. Cuma zat apa saja yang dioplos ke miras itu belum diketahui," jelas Surawan.

Surawan menambahkan, Slamet Widodo diketahui sebagai pelaku yang memproduksi miras di rumahnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online