OPINI: Panas Ekstrem, Bencana Sunyi yang Menggerus Ekonomi
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Harianjogja.com, BEKASI- Pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror berhasil menangkap 3 orang laki-laki di Bekasi yang diduga kuat terlibat dalam jaringan teroris. Salah seorang dari mereka ditengarai terlibat dalam rencana pengeboman di Kedutaan Besar (Kedubes) Myanmar.
"Saudara Khaerul alias Irul diduga kuat keterlibatan dalam kelompok rencana pengeboman di Kedubes Myanmar, Gereja di Solo dan Polres Cirebon," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto, Selasa (20/8/2013).
Penangkapan dilakukan oleh tim Densus 88 Anti Teror pada pukul 18.45 WIB, di Percetakan Andescre, Jl Mator Hasibuan no 12 Bekasi Timur, Selasa (20/8/2013) petang.
Para terduga atas nama Khaerul Ikhwan alias Irul (32), warga Desa Sare Mulyo RT 2/1 Kel. Wonosari, Jawa Timur, Andri Wahonno (21), warga Dusun Gardu RT 5/6 Kel. Gamping Kec. Suruti, Jawa Timur, dan Ahmad Irfan (22), warga Bogares Kidul RT 27/24 Kelurahan Pangkalan Kecamatan Tegal, Jawa Barat.
(JIBI/Harian Jogja/Detik.com)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Panas ekstrem diam-diam menggerus ekonomi Indonesia. Saatnya beralih dari respons bencana ke adaptasi iklim yang antisipatif.
Jadwal Grup A Piala Dunia 2026 WIB, prediksi skor Meksiko vs Afrika Selatan dan Korea Selatan vs Ceko lengkap analisis.
Harga bahan pokok di Batang masih stabil pasca kenaikan BBM, cabai turun, ayam kampung dan kedelai mulai naik.
Pemkab Sleman kirim 10 personel bantu BPN, percepat layanan pertanahan di tengah transformasi sistem elektronik.
Pemkot Pekalongan siapkan proyek drainase Rp5 miliar sepanjang 1,2 km untuk kurangi genangan dan optimalkan aliran air.
Tujuh SPPG di Gunungkidul berhenti beroperasi akibat IPAL dan anggaran, ribuan siswa belum terjangkau program MBG.