Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
MOSKOW-Seorang bocah laki-laki Rusia berumur tujuh tahun mengatakan kepada penyelidik bahwa ia menembak adiknya, yang berumur empat tahun, tanpa sengaja dan menyebabkan sang adik meninggal.
Penembakan dengan senapan kakek mereka itu terjadi pada Minggu, kata pihak berwajib.
Bocah itu mengaku, ia bersama adiknya menemukan sebuah senjata api di kolong tempat tidur di rumah kakek mereka di kota Bukachacha, Siberia, dan memainkannya di beranda ketika para orang dewasa tidur, kata komite penyelidik federal.
Anak laki-laki itu menyatakan tanpa sengaja menarik picu senapan ketika berusaha merebut senjata itu dari tangan adiknya.
Pihak berwajib semula mencurigai seseorang menembak bocah malang itu dari luar beranda terbuka.
Komite penyelidik mengatakan pihak berwajib akan mengajukan tuntutan pidana kepada sang kakek, yang diduga memiliki senjata tanpa izin dan tidak terdaftar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja terbaru 23 Mei 2026. Tarif Rp8.000, rute Palur–Tugu, cocok untuk komuter dan wisata.
Normalisasi sungai di Jogja terhambat pemangkasan anggaran. BBWSO dan Pemkot andalkan kolaborasi untuk tangani Kali Code.
Skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026 resmi dirilis. Phil Foden dan Cole Palmer tak masuk, ini daftar lengkap 26 pemain pilihan Tuchel.
Pemadaman listrik massal di Sumatera picu keluhan warga. PLN akui gangguan sistem, namun pelanggan soroti minimnya respons.
DPRD DIY ungkap persoalan serius perfilman Jogja, dari perizinan hingga perlindungan pekerja. Raperda disiapkan untuk menata industri.