BulliGo, Permainan Anti-Perundungan Karya Siswa Jogja yang Diapresiasi KPAI

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 22:07 WIB
BulliGo, Permainan Anti-Perundungan Karya Siswa Jogja yang Diapresiasi KPAI

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Jasra Putra.ist

Harianjogja.com, JOGJA— Enam siswa SD Muhammadiyah Sapen Jogja meraih medali emas dalam ajang International Science and Invention Fair (ISIF) 2026 melalui inovasi permainan papan edukatif untuk mencegah perundungan atau bullying. Permainan bernama BulliGo itu memadukan teknologi digital dengan pembelajaran empati dan pengambilan keputusan.

Tim The Warriors yang beranggotakan Adeeva Alya Zalmira, Gadhug Tahsinul Ahwal, Hengkara Gibran Abimanyu, Idris Abdulfattah, Kanaka Luvino Ibrahim, dan Sulthan Keinantara Habibie mengembangkan BulliGo sebagai media edukasi yang mengajak anak memahami situasi perundungan sekaligus menentukan respons yang tepat.

ISIF 2026 berlangsung pada 13–17 Oktober 2026 di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Kompetisi tersebut diikuti 1.562 tim dari 25 negara.

Berbeda dari permainan papan konvensional, BulliGo atau United Against Bullying menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC) yang terintegrasi dengan perangkat elektronik dan aplikasi digital. Teknologi ini membuat permainan lebih interaktif sekaligus memberikan pengalaman belajar melalui skenario yang harus dihadapi pemain.

Belajar Memahami Korban dan Saksi Perundungan

BulliGo dirancang untuk membantu pemain memahami perundungan dari dua sudut pandang, yakni korban dan saksi. Skenario permainan diadaptasi dari situasi sehari-hari yang berpotensi dialami anak-anak di lingkungan sekolah.

Pemain harus memilih tindakan berdasarkan situasi yang dihadapi. Setiap pilihan memiliki konsekuensi berbeda sehingga anak diajak mempertimbangkan risiko, keselamatan diri, serta dampak tindakannya terhadap orang lain.

Melalui mekanisme tersebut, BulliGo tidak hanya mengajarkan keberanian menghadapi perundungan. Permainan ini juga mendorong anak mengetahui kapan perlu bersikap tegas, memberikan dukungan kepada korban, atau meminta bantuan orang dewasa.

Kemampuan berempati, berpikir kritis, dan bertanggung jawab secara sosial menjadi nilai utama yang ingin ditanamkan melalui permainan tersebut.

Wakil Ketua KPAI Apresiasi BulliGo

Inovasi The Warriors turut mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Pusat, Jasra Putra. Ia mengunjungi stan BulliGo dalam ajang tersebut dan memberikan apresiasi terhadap konsep permainan yang menggabungkan teknologi, interaksi, serta pendidikan karakter.

Dalam sesi presentasi, tim The Warriors menjelaskan konsep dan mendemonstrasikan cara kerja BulliGo di hadapan juri. Mereka juga memaparkan potensi permainan itu sebagai media edukasi pencegahan perundungan bagi anak usia sekolah.

Masukan dari Wakil Ketua KPAI dan juri diharapkan dapat membantu tim menyempurnakan BulliGo agar semakin siap diterapkan dalam skala lebih luas.

Targetkan Pemanfaatan Lebih Luas

Raihan medali emas menjadi dorongan bagi tim The Warriors untuk terus mengembangkan permainan tersebut. BulliGo diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media pembelajaran interaktif di sekolah untuk membangun kepedulian terhadap perundungan sejak dini.

Melalui semangat United Against Bullying, inovasi ini membawa pesan bahwa setiap anak memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman. Menghentikan perundungan tidak selalu berarti melakukan perlawanan fisik, tetapi juga berani mengambil keputusan yang tepat, membantu orang lain, dan mengutamakan keselamatan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online