Edisi Ketiga Saemen Fest Tetap Gelorakan Kreativitas Anak Muda
Festival musik lintas genre Saemen Fest kembali hadir dengan energi baru pada 2026 ini di Stadion Kridosono pada Minggu (19/7/2026).
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit VII.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengenalkan cara pembuatan sabun batang berbahan dasar eco-enzyme kepada warga Panginan, Kulonprogo. - Harian Jogja/Ist\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO—Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit VII.A.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengenalkan cara pembuatan sabun batang berbahan dasar eco-enzyme kepada warga Panginan, Kulonprogo.
Agenda ini bertempat di Joglo Panginan, Padukuhan Panginan, Kalurahan Sindutan, Kapanewon Temon, Kulonprogo pada Minggu (23/8/2026) dan diikuti puluhan warga, utamanya perempuan.
Peserta KKN Reguler 159 Unit VII.A.2 UAD, Hanifah, mengungkapkan kegiatan ini menjadi bentuk pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan bahan organik menjadi produk bernilai guna.
“Pelatihan diawali dengan edukasi mengenai pengertian, manfaat, dan potensi eco-enzyme. Kami, anak-anak KKN, menghadirkan narasumber yang ahli di bidang tersebut agar materi tersampaikan lebih mendalam,” ungkapnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Rabu (9/9/2026).
Sebagai bahan demonstrasi, digunakan cairan eco-enzyme yang telah dibekukan di dalam mesin pendingin selama kurang lebih dua hari sehingga teksturnya lebih optimal untuk diolah.
Peserta kemudian mendapat demonstrasi tahapan pembuatan sabun batang, sekaligus praktik langsung dengan pendampingan narasumber dan mahasiswa KKN. Hasilnya, peserta berhasil membawa pulang sabun batang eco-enzyme buatan sendiri. Program ini diharapkan menambah pengetahuan warga sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal secara kreatif dan berkelanjutan.
Peserta KKN lainnya, Roihan Achmad Hanafi, memaparkan program pembuatan sabun batang berbahan dasar eco-enzyme dipilih sebagai salah satu program kerja KKN karena melihat adanya potensi pemanfaatan limbah organik yang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat dan memiliki nilai guna.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah organik serta memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Perajin sabun organik di Omah Sabun Organik Qii-Berlan, Dwi Hastuti, mengaku warga menunjukkan ketertarikan terhadap proses pembuatan sabun berbahan dasar eco-enzyme dan mengikuti setiap tahapan dengan baik.
“Kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan eco-enzyme menjadi produk yang memiliki manfaat dan nilai guna,” tuturnya.
Ke depannya, pemanfaatan eco-enzyme diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat meskipun program KKN telah berakhir. Pembuatan sabun eco-enzyme tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pribadi tetapi juga berpotensi menjadi peluang usaha melalui pengembangan produk, pengemasan, hingga pemasaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.
DPRD DIY menyepakati Raperda Perlindungan Konsumen. Transaksi digital, penguatan lembaga, dan mekanisme pengaduan menjadi perhatian.
Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya, Jepang. Ohmura Hideaki menyerukan persahabatan, solidaritas, dan perdamaian melalui olahraga.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 Moto3 Austria 2026 setelah hanya mencatat satu waktu lap di Q1. Masalah teknis disebut menghambatnya.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.