Pemerintah Godok Wajib Nomor HP untuk Akun Medsos
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, INDRAMAYU—Kebakaran Stasiun Pengumpul Utama (SPU) Cemara Indramayu menjadi sorotan setelah insiden yang terjadi di fasilitas unloading milik Pertamina EP Jatibarang Field, Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Jawa Barat, berhasil dikendalikan dalam waktu relatif singkat pada Rabu siang.
Peristiwa ini diketahui terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di area operasional perusahaan, sebagaimana disampaikan Manager Communication Relations & CID Pertamina EP, Pinto Budi Bowo Laksono, dalam keterangan resmi yang diterima di Indramayu. Ia menuturkan bahwa tim langsung bergerak begitu insiden terdeteksi di lokasi.
“Tim penanggulangan keadaan darurat segera bergerak melakukan penanganan teknis, termasuk pemadaman sumber api dan langkah mitigasi untuk mengendalikan kondisi di lokasi,” katanya.
Ia menegaskan bahwa langkah penanganan dilakukan secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur untuk mencegah potensi meluasnya dampak kebakaran di fasilitas tersebut. Upaya ini melibatkan koordinasi intensif di lapangan guna memastikan situasi tetap terkendali.
Setelah melalui proses penanganan intensif, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 13.40 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari respons sigap tim yang bekerja sesuai dengan standar keselamatan yang telah ditetapkan perusahaan.
“Seluruh langkah penanganan dilakukan sesuai standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang diberlakukan perusahaan,” ujarnya.
Pasca-kejadian, Pertamina EP memastikan bahwa kondisi di area SPU Cemara Indramayu saat ini sudah aman dan berada dalam kendali penuh. Perusahaan juga bergerak cepat dengan membentuk tim investigasi untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut.
“Tidak ada personel yang terluka dan dampak sosial pada kejadian ini,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Losarang Encep Ria Setiadi menyampaikan bahwa aparat keamanan turut diterjunkan untuk mengamankan area sekitar lokasi kejadian. Langkah ini diambil guna mencegah masyarakat mendekati lokasi selama proses penanganan berlangsung.
“Hingga kini, kerugian materiil akibat peristiwa tersebut masih dalam proses inventarisasi oleh pihak terkait,” ucap dia.
Kejadian kebakaran di fasilitas Pertamina selalu menjadi sorotan tajam karena dampaknya yang signifikan terhadap ketahanan energi nasional dan keselamatan lingkungan sekitar.
Selain menimbulkan kerugian materiil yang besar dan risiko pencemaran udara akibat kepulan asap hitam pekat, kebakaran tersebut menuntut prosedur penanganan darurat yang sangat cepat serta evaluasi menyeluruh terhadap standar operasional prosedur (SOP) keselamatan kerja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.
Sri Wagiyati, pedagang asongan stadion di Jogja, menemukan keluarga baru lewat kedekatannya dengan suporter BCS, Brajamusti, dan Slemania.
Megawati Soekarnoputri dan Dubes Kuwait membahas konflik Timur Tengah, Palestina, hingga stabilitas Selat Hormuz di Jakarta.
Siapa sangka kotoran ayam yang selama ini sering dianggap limbah meresahkan ternyata bisa jadi aset berharga
Jadwal KA Bandara YIA Xpress hari ini tersedia dari pagi hingga malam, rute langsung Tugu ke YIA tanpa transit.