Indonesia Jelaskan Penanganan Karhutla kepada Malaysia
Menlu Arrmanatha Nasir menjelaskan langkah Indonesia menangani karhutla kepada Malaysia, termasuk pengerahan 60.000 personel dan 48 helikopter serta pesawat.
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, WASHINGTON— Gelombang penolakan muncul dari internal Google setelah lebih dari 600 karyawan menyuarakan keberatan terhadap rencana kerja sama penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh militer Amerika Serikat. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat yang ditujukan kepada CEO Sundar Pichai.
Aksi ini menjadi sorotan setelah dilaporkan oleh The Washington Post, yang menyebut surat tersebut dikirim pada Senin (27/4/2026). Dalam isi surat, para karyawan mendesak manajemen untuk menolak segala bentuk kolaborasi dengan Departemen Pertahanan AS atau Pentagon, khususnya yang berkaitan dengan proyek AI bersifat rahasia.
Para penandatangan menilai keterlibatan perusahaan dalam proyek militer berpotensi menimbulkan konsekuensi serius, baik dari sisi etika maupun dampak sosial. Mereka khawatir teknologi AI yang dikembangkan dapat digunakan untuk kepentingan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.
Dalam surat tersebut, karyawan secara tegas menyatakan bahwa pengembangan AI seharusnya diarahkan untuk tujuan yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, bukan untuk mendukung sistem persenjataan atau pengawasan yang berisiko disalahgunakan.
Kekhawatiran ini bukan tanpa alasan. Seiring kemajuan teknologi, AI kini berpotensi diterapkan dalam berbagai sektor pertahanan, termasuk pengembangan senjata otonom, analisis intelijen, hingga sistem pemantauan berskala besar. Tanpa regulasi dan transparansi yang memadai, penggunaan tersebut dinilai dapat melanggar prinsip hak asasi manusia.
Selain itu, para karyawan juga menyoroti minimnya kontrol internal terhadap proyek-proyek rahasia. Mereka menilai, jika Google terlibat dalam kontrak tertutup dengan militer, maka perusahaan berpotensi kehilangan kendali atas bagaimana teknologinya digunakan di lapangan.
“Satu-satunya cara untuk menghindari risiko tersebut adalah dengan tidak terlibat sama sekali dalam pekerjaan rahasia,” demikian salah satu poin dalam surat tersebut.
Isu ini sejatinya bukan hal baru bagi Google. Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan teknologi raksasa itu kerap berada di persimpangan antara kepentingan bisnis dan tuntutan etika. Keterlibatan dalam proyek pemerintah, khususnya sektor pertahanan, sering kali memicu perdebatan internal maupun eksternal.
Hingga kini, pihak Google belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan karyawan tersebut. Namun, tekanan dari internal perusahaan menunjukkan meningkatnya kesadaran dan kepedulian terhadap dampak jangka panjang dari pengembangan teknologi AI.
Fenomena ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi industri teknologi global secara lebih luas. Di tengah perlombaan inovasi, perusahaan dituntut tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga bertanggung jawab secara moral.
Ke depan, isu etika dalam pemanfaatan AI diperkirakan akan semakin mengemuka, terutama ketika teknologi ini semakin terintegrasi dalam sektor strategis seperti pertahanan dan keamanan. Keputusan yang diambil perusahaan seperti Google akan menjadi tolok ukur penting dalam menentukan arah penggunaan AI di tingkat global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menlu Arrmanatha Nasir menjelaskan langkah Indonesia menangani karhutla kepada Malaysia, termasuk pengerahan 60.000 personel dan 48 helikopter serta pesawat.
Gempa M5,7 mengguncang barat daya Sukabumi pada Minggu pagi. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan mengimbau warga waspada
Dengan layanan operasional 24 jam dan dukungan teknologi mutakhir, Captain Bubbles menjadi sahabat andalan untuk urusan mencuci pakaian.
Gunung Lokon berstatus Level II Waspada dengan 277 gempa vulkanik dangkal pada 16–30 September 2026. Masyarakat dilarang mendekati kawah dalam radius 1,5 kilome
Donald Trump memperkirakan Iran dapat meningkatkan aksinya menjelang pemilu paruh waktu AS di tengah konflik dan ketegangan di Selat Hormuz.
Kebakaran di Dusun Serdang, Bangka Selatan, berdampak terhadap sekitar 500 rumah dan 2.000 jiwa. BPBD masih melakukan pendataan.