KPK Sita Uang Rp4 Miliar dari Rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong
Kendaraan pemudik terjebak kemacetan di Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM KM 150, Mekarjaya, Jawa Barat, Jumat (5/4/2024). Pada H-5 Lebaran 2024 arus lalu lintas di Tol Trans Jawa itu mulai terjadi kepadatan volume kendaaraan yang melintas. - Antara/Aprillio Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA— Dudy Purwagandhi menyatakan kendaraan pribadi berupa mobil diproyeksikan menjadi moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Menteri Perhubungan menjelaskan, berdasarkan hasil survei pemerintah, penggunaan mobil pribadi mencapai sekitar 25,98 persen dari total proyeksi pergerakan masyarakat selama periode angkutan Lebaran tahun ini.
“Moda transportasi yang digunakan oleh masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan yang paling besar adalah penggunaan kendaraan pribadi mobil,” kata Dudy di Jakarta, Jumat (6/3/2026).
Secara keseluruhan, jumlah masyarakat yang diperkirakan melakukan perjalanan pada periode Lebaran tahun ini mencapai sekitar 143,9 juta orang di berbagai wilayah Indonesia.
Motor dan Bus Jadi Pilihan Berikutnya
Setelah mobil pribadi, moda transportasi yang diproyeksikan paling banyak digunakan berikutnya adalah sepeda motor dan bus, yang juga diperkirakan menampung pergerakan masyarakat dalam jumlah besar selama musim mudik.
Selain itu, masyarakat juga menggunakan moda transportasi lain seperti kapal penyeberangan, pesawat udara, dan kereta api untuk perjalanan jarak menengah hingga jauh selama periode mudik Idul Fitri.
Namun demikian, Kementerian Perhubungan tidak merinci jumlah proyeksi penumpang untuk masing-masing moda transportasi dalam survei tersebut.
Tantangan Pengelolaan Lalu Lintas
Menurut Dudy, dominasi kendaraan pribadi menunjukkan bahwa transportasi darat masih menjadi pilihan utama masyarakat saat melakukan perjalanan pada masa Lebaran.
Kondisi tersebut sekaligus menjadi tantangan bagi pemerintah dalam mengelola arus lalu lintas serta mobilitas masyarakat di berbagai jalur utama.
Bagi pengguna mobil pribadi, sebagian besar perjalanan diperkirakan memanfaatkan jaringan jalan tol utama seperti:
Tol Trans Jawa
Tol Trans Sumatera
Selain itu, masyarakat juga diperkirakan menggunakan sejumlah jalur alternatif darat, antara lain jalur lintas tengah Jawa, jalur Pantai Utara (Pantura), serta jalur lintas selatan Jawa.
Sementara itu, pengguna sepeda motor diperkirakan lebih banyak memanfaatkan jalan arteri dan jalur alternatif karena kendaraan tersebut lebih fleksibel dalam menentukan rute perjalanan.
Proyeksi Pemudik Turun Tipis
Secara keseluruhan, pergerakan masyarakat selama angkutan Lebaran 2026 diproyeksikan turun sekitar 1,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 146,4 juta orang menjadi sekitar 143,9 juta orang.
Data tersebut diperoleh dari survei yang dilakukan pemerintah untuk memetakan potensi mobilitas masyarakat serta menyiapkan sarana dan prasarana transportasi nasional.
Survei dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung, Badan Pusat Statistik, serta Kementerian Komunikasi dan Digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menyita uang tunai lebih dari Rp4 miliar dari rumah Kadis PUPR Kota Bengkulu dalam pengembangan kasus suap Bupati Rejang Lebong
PAN Kota Jogja menuntaskan Rakerda 2026 dengan lima komitmen utama untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan strategi menghadapi Pileg serta Pilwalkot.
Kimi Antonelli tak terkejut Ferrari dan McLaren mendominasi GP Hungaria 2026. Lando Norris merebut pole position pertamanya musim ini.
Dua SPPG di Kulonprogo masih disuspend. Pemkab memperketat pengawasan SOP dan mendorong seluruh pengelola melengkapi perizinan.
Program Tani Cilik di Kapanewon Turi mengajak anak-anak memanen padi, melon, ubi, hingga mengikuti tradisi Wiwitan.
Yusril Ihza Mahendra meminta Polda Jawa Barat meningkatkan patroli keamanan menyusul polemik sayembara penangkapan begal.