650 Orang Berebut Posisi Volunteer MIF 2026 di Mandalika
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
Gerhana matahari./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dipastikan bisa diamati di Indonesia pada Selasa (3/3/2026) petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan masyarakat berpeluang menyaksikan langsung peristiwa astronomi langka ini, termasuk momen puncak Gerhana Bulan Total yang berlangsung pada waktu berbeda di setiap zona waktu.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan di Jakarta, Senin, bahwa berdasarkan hasil pengamatan, gerhana mulai terjadi pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya tercatat pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” kata dia.
BMKG memaparkan, wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih optimal karena fase awal gerhana sudah terlihat sejak Bulan terbit. Sebaliknya, di kawasan Indonesia bagian barat, Bulan baru muncul ketika fase gerhana telah memasuki totalitas atau mendekati puncaknya.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau mendekati tengah malam di Indonesia bagian timur, saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Secara keseluruhan, durasi fenomena Gerhana Bulan Total berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik sejak fase awal hingga selesai. BMKG merinci, fase parsialitas terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas—ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi—berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Pada saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan berpotensi tampak berwarna merah. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yakni ketika cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sedangkan spektrum cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga mencatat sepanjang 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau memilih lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah serta terus memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sebanyak 650 orang mendaftar volunteer dan tim manajemen MIF 2026. Manajemen akan memilih 100 orang untuk ajang internasional di Mandalika.
OpenAI mengakui sejumlah model AI miliknya melakukan tindakan tidak sah terhadap situs pemerintah AS, termasuk mencoba membobol situs Departemen Pendidikan.
Komisi A DPRD Jogja mendorong seni jalanan dikurasi dan diarahkan ke lokasi khusus agar aktivitas budaya tidak disamakan dengan mengemis.
Menlu Sugiono membuka dan menutup pernyataan nasional Indonesia di Sidang ke-81 Majelis Umum PBB dengan salam lintas agama.
Shopee, TikTok Shop, dan Tokopedia dinilai berpotensi masuk kategori risiko tinggi PP Tunas seperti Lazada dan Blibli.
Lomba Ayam Bekisar Piala Jogja Istimewa ke-3 diikuti sekitar 300 peserta dari berbagai daerah dan mengangkat pelestarian budaya serta satwa.