IHSG Anjlok 1,72 Persen, Tertekan Bursa Global dan Saham Teknologi
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Gerhana matahari./JIBI
Harianjogja.com, JAKARTA—Fenomena Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dipastikan bisa diamati di Indonesia pada Selasa (3/3/2026) petang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan masyarakat berpeluang menyaksikan langsung peristiwa astronomi langka ini, termasuk momen puncak Gerhana Bulan Total yang berlangsung pada waktu berbeda di setiap zona waktu.
Pelaksana Tugas Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Fachri Radjab, menjelaskan di Jakarta, Senin, bahwa berdasarkan hasil pengamatan, gerhana mulai terjadi pukul 18.03.56 WIB. Puncaknya tercatat pukul 18.33.39 WIB, 19.33.39 WITA, dan 20.33.39 WIT.
“Masyarakat Indonesia berkesempatan menyaksikan salah satu fenomena astronomi tersebut secara langsung dari berbagai wilayah, dengan catatan kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan tebal,” kata dia.
BMKG memaparkan, wilayah Indonesia bagian timur memiliki peluang pengamatan lebih optimal karena fase awal gerhana sudah terlihat sejak Bulan terbit. Sebaliknya, di kawasan Indonesia bagian barat, Bulan baru muncul ketika fase gerhana telah memasuki totalitas atau mendekati puncaknya.
Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 ini akan berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau mendekati tengah malam di Indonesia bagian timur, saat Bulan keluar dari bayangan penumbra Bumi.
Secara keseluruhan, durasi fenomena Gerhana Bulan Total berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik sejak fase awal hingga selesai. BMKG merinci, fase parsialitas terjadi selama 3 jam 27 menit 47 detik, sementara fase totalitas—ketika Bulan sepenuhnya berada dalam bayangan umbra Bumi—berlangsung selama 59 menit 27 detik.
Pada saat puncak Gerhana Bulan Total, Bulan berpotensi tampak berwarna merah. Fenomena ini terjadi akibat hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, yakni ketika cahaya Matahari dengan panjang gelombang pendek tersebar, sedangkan spektrum cahaya merah tetap diteruskan hingga mencapai permukaan Bulan.
BMKG juga mencatat sepanjang 2026 akan terjadi empat kali gerhana, terdiri atas dua gerhana Matahari dan dua gerhana Bulan. Namun, hanya Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 yang dapat diamati dari wilayah Indonesia. Masyarakat diimbau memilih lokasi dengan tingkat polusi cahaya rendah serta terus memantau prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG agar dapat menyaksikan Gerhana Bulan Total secara maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
IHSG melemah 1,72% ke 5.896,13 dipicu tekanan bursa global dan saham teknologi, investor tunggu data ekonomi domestik.
Jadwal KA Bandara YIA 27 Juni 2026 lengkap reguler dan Xpress, solusi cepat, nyaman, dan bebas macet menuju bandara Jogja.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Juni 2026 lengkap lokasi, syarat, dan biaya. Layanan mudah, cepat, dan tanpa antre panjang.
Jadwal Prameks Jogja–Kutoarjo Sabtu 27 Juni 2026 lengkap, pilihan transportasi cepat, hemat, dan bebas macet.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 27 Juni 2026, Sleman dan Kulonprogo hujan ringan, wilayah lain berawan hingga cerah berawan.
Jadwal KRL Jogja–Solo Sabtu 27 Juni 2026 lengkap, tarif Rp8.000, perjalanan fleksibel dari pagi hingga malam.