Fortani 26 Bentuk Konsolidasi Gerakan, Ini 6 Tuntutan di Hari Tani 24 September
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
Bendera Iran.
Harianjogja.com, JAKARTA— Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menuding Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai sosok yang bertanggung jawab atas meningkatnya ketegangan dan jatuhnya korban jiwa dalam rangkaian protes yang mengguncang Iran sejak akhir 2025. Pernyataan tersebut disampaikan Khamenei melalui unggahan di platform X, Sabtu (17/1/2026).
“Kami menilai Presiden AS bertanggung jawab atas korban jiwa, kerusakan, serta fitnah yang ditujukan kepada bangsa Iran,” tulis Khamenei dalam unggahannya.
Protes Meluas Sejak Akhir 2025
Gelombang demonstrasi mulai merebak di Iran pada penghujung Desember 2025. Aksi tersebut dipicu kekhawatiran publik atas inflasi yang terus merangkak naik seiring melemahnya nilai tukar rial. Situasi semakin memanas setelah Reza Pahlavi, putra dari Shah Iran yang digulingkan pada 1979, menyerukan mobilisasi rakyat pada 8 Januari 2026.
Sejak hari itu, intensitas aksi meningkat dan pemerintah memblokir akses internet sebagai langkah keamanan.
Di berbagai kota, unjuk rasa berkembang menjadi bentrokan antara demonstran dan aparat keamanan. Seruan anti-pemerintah terdengar di jalan-jalan, sementara laporan mengenai korban baik dari pihak demonstran maupun aparat terus muncul.
Respons Keras dari Amerika Serikat
Pada akhir Desember, Trump menyatakan bahwa AS siap mendukung serangan baru terhadap Iran bila negara itu kembali mengembangkan program rudal dan nuklirnya. Ia juga melontarkan ancaman akan melancarkan serangan besar jika ada demonstran yang tewas saat aksi berlangsung.
Trump bahkan menegaskan kesediaannya untuk “membantu rakyat Iran” jika situasi dianggap memerlukan intervensi.
Pernyataan-pernyataan tersebut, menurut Khamenei, turut memicu ketidakstabilan dan menambah tekanan bagi pemerintah Iran di tengah krisis ekonomi dan sosial yang sedang berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
FORTANI '26 terbentuk di Sleman dan menyerukan enam tuntutan agraria, dari legalisasi lahan petani hingga perlindungan pangan.
KRI Sriwijaya-100 resmi masuk TNI AL. Kapal induk ini siap menjalankan tugas negara, terutama misi kemanusiaan dan OMSP.
Hukuman Nadiem Makarim dalam kasus korupsi Chromebook diringankan menjadi 9 tahun. Uang pengganti turun menjadi Rp548,76 miliar.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi ujian John Herdman bersama Timnas Indonesia setelah hasil Piala AFF sebelumnya belum memuaskan.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) menggelar Mitra Gathering dan Pameran Budaya 2026 sebagai bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-64 Duta Wacana.
Dayton resmi masuk pasar ban Indonesia dengan DT30 dan H/T100 untuk kendaraan penumpang, mengusung keselamatan dan daya tahan.