Konvensi Humas Indonesia 2026 Soroti Kepercayaan di Era AI
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Cuaca buruk dan gelombang 3,5 meter menahan KMP Dharma Kartika di Pelabuhan Jangkar Situbondo sejak Sabtu. /Antara.
Harianjogja.com, SITUBONDO—Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Dharma Kartika belum mendapat izin berlayar dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi di jalur penyeberangan menuju Madura sejak akhir pekan lalu.
Gelombang laut di perairan Sumenep dilaporkan mencapai sekitar 3,5 meter disertai angin kencang, sehingga dinilai membahayakan operasional kapal feri berkapasitas menengah yang melayani rute kepulauan Madura.
Penundaan pelayaran ini dilakukan sebagai langkah mitigasi keselamatan penumpang dan awak kapal, sembari menunggu kondisi cuaca dinyatakan aman oleh otoritas pelabuhan setempat.
Pengawas Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Jangkar Situbondo Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur (Jatim) Abdul Hamid menjelaskan penundaan izin berlayar KMP Dharma Kartika yang sudah dua hari tertahan di Pelabuhan Jangkar, karena cuaca masih belum bersahabat dan gelombang di Perairan Laut Sumenep (Madura) mencapai sekitar 3,5 meter.
"Sesuai informasi dari KSOP di Kabupaten Sumenep, cuaca masih kurang bagus gelombang tinggi dan angin, sehingga rawan dilayari angkutan penyeberangan dengan GT-250 seperti KMP Dharma Kartika," ujarnya di Situbondo, Minggu (11/1/2026).
Aktivitas pelayaran dari Pelabuhan Jangkar menuju beberapa kepulauan di Kabupaten Sumenep, Madura, ditunda sejak Sabtu (10/1) kemarin karena cuaca ekstrem, berupa angin kencang dan gelombang mencapai sekitar 3,5 meter.
Sesuai jadwal pelayaran, lanjutnya, semestinya KMP Dharma Kartika bertolak berlayar dari Pelabuhan Jangkar ke Pelabuhan Kalianget dan Pelabuhan Raas, Kabupaten Sumenep, pada pukul 08.00 WIB kemarin.
"Tidak hanya KMP Dharma Kartika yang tertahan tidak bisa berlayar, KMP Wicitra Dharma I juga tertahan di Pulau Sapudi karena cuaca buruk, dan menunggu hingga cuaca membaik," kata Abdul Hamid.
Sementara penyeberangan rute Jangkar (Situbondo) menuju Pelabuhan Lembar, Kabupaten Lombok Barat (NTB), kata dia, KMP Trimas Laila sudah diizinkan berlayar pada Sabtu (10/1) malam sekitar pukul 20.00 WIB, yang semestinya kapal feri dengan GT-3000 itu tertahan karena cuaca.
"Tadi malam kami mendapatkan informasi dari KSOP Lembar mengenai cuaca, sehingga memberikan izin berlayar," ujarnya.
Ia menambahkan hingga saat ini di dermaga Pelabuhan Jangkar terdapat dua kapal feri bersandar yakni KMP Dharma Kartika dan KMP Munggiyango Hulalo.
"KMP Munggiyango Hulalo yang berlayar dari Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, hari ini tiba di Pelabuhan Jangkar, kapal tersebut diizinkan berlayar karena GT-nya lebih dari seribu," kata Abdul Hamid.
Otoritas pelabuhan mengimbau pengguna jasa penyeberangan untuk terus memantau informasi cuaca dan jadwal keberangkatan demi keselamatan pelayaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Konvensi Humas Indonesia 2026 di Solo membahas pentingnya kepercayaan publik, peran strategis humas, dan tantangan disinformasi di era AI.
Kabut asap karhutla menyebabkan 14 penerbangan internasional rute Singapura-Pontianak dan Singapura-Palembang dibatalkan demi keselamatan.
Pemkab Aceh Barat menyiapkan 10.000 masker untuk mengantisipasi kabut asap kiriman. Aktivitas masyarakat dan sekolah masih normal.
Ribuan warga Portugal berunjuk rasa menuntut kenaikan upah, perbaikan pensiun, layanan publik, dan perumahan dengan harga terjangkau.
DLH Gunungkidul menghentikan program pakan monyet ekor panjang pada 2027 karena dinilai tak efektif mencegah konflik dengan warga.
DJP mencatat 5.600 wajib pajak masuk cakupan pajak minimum global dengan tarif 15%. Pemerintah menghadapi tantangan penerimaan dan daya saing investasi.