Iran Ajukan 3 Syarat Pembukaan Selat Hormuz ke AS
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Foto ilustrasi sakit perut/keracunan. - Freepik
Harianjogja.com, AGAM — Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan investigasi untuk menelusuri penyebab keracunan yang dialami 11 korban terdampak bencana hidrometeorologi di lokasi pengungsian Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Sabtu (13/12/2025).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Hendri Rusdian mengatakan pihaknya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan sumber keracunan tersebut.
“Saya telah memerintahkan Puskesmas Maninjau untuk melakukan investigasi ke lapangan dalam mencari penyebab keracunan 11 warga yang merupakan korban terdampak banjir bandang yang tinggal di lokasi pengungsian di Jorong Labuah, Nagari Tanjung Raya, Kecamatan Tanjung Raya,” ujar Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Minggu.
Ia menjelaskan tim Puskesmas Maninjau telah mendatangi lokasi pengungsian pada Minggu pagi. Dalam proses investigasi, petugas akan mengambil sejumlah sampel makanan yang dikonsumsi para korban selama berada di pengungsian.
Berdasarkan keterangan sementara dari para korban, mereka mengonsumsi makanan yang disediakan dapur umum serta makanan lain berupa pecel lele.
“Penyebab keracunan ini belum pasti, maka kita melakukan investigasi ke lapangan,” katanya.
Hendri menyebutkan 11 korban tersebut terdiri atas anak-anak, perempuan dewasa, dan laki-laki. Mereka mengalami gejala mual, muntah, diare, serta pusing pada Sabtu (13/12/2025).
Akibat kondisi tersebut, seluruh korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. Langkah itu diambil karena akses jalan dari Sungai Batang menuju Puskesmas Maninjau terputus akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Kamis (27/11/2025).
Setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Lubuk Basung, kondisi korban berangsur membaik. Sebanyak 10 orang telah diperbolehkan pulang pada Minggu.
“Sementara satu korban lainnya masih mengalami dehidrasi dan membutuhkan perawatan lebih lanjut. Mudah-mudahan satu korban ini segera membaik sehingga bisa pulang,” tutup Hendri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Iran mengajukan syarat kepada AS untuk membuka Selat Hormuz, termasuk penghentian perang dan pengembalian aset yang dibekukan.
Anak gajah Yuna mati di PLG Saree Aceh diduga terinfeksi EEHV. BKSDA Aceh melakukan deteksi dini terhadap gajah anakan lainnya.
Kemnaker dan SIGAB meluncurkan panduan optimalisasi ULD untuk memperluas akses kerja penyandang disabilitas dan memperkuat pendampingan.
Debit sumber air Sungai Krasak menurun sehingga Sleman menyiapkan dropping air untuk mengantisipasi kekeringan di Girikerto.
Kerusuhan hajatan di Sragen viral di media sosial. Korban bersama tim musik resmi melaporkan dugaan penganiayaan ke Polres Sragen.
Profil KMP Putri Yasmin, kapal feri buatan Jepang 1992 yang melayani rute Padangbai-Lembar dengan kapasitas penumpang dan kendaraan.