Undip dan ITS Borong Empat Gelar Juara KMHE 2026
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Perdana Menteri India, Narendra Modi. - Antara
Harianjogja.com, ANKARA—Pembentukan tatanan dunia baru yang bersifat multipolar dan inklusif dilontarkan Perdana Menteri India Narendra Modi, saat berbicara pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brazil, pada 6-7 Juli.
Ia menyebut caranya dengan memberikan peran lebih besar kepada negara-negara berkembang dalam pengambilan keputusan global.
"Dunia saat ini membutuhkan tatanan dunia baru yang bersifat multipolar dan inklusif," kata Modi, menurut transkrip pidatonya, Senin (7/7/2025).
"Perubahan itu harus dimulai dari reformasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga global. Reformasi ini tidak boleh sekadar simbolis, tetapi harus memberikan dampak nyata pula," katanya dalam sesi yang membahas perdamaian, keamanan, dan reformasi tata kelola global.
Dia juga menekankan perlunya perubahan dalam struktur kepemimpinan, hak suara, dan tata kelola lembaga internasional.
"Tantangan yang dihadapi negara-negara Global South harus menjadi prioritas dalam pembuatan kebijakan," kata Modi, merujuk pada sekelompok negara yang secara historis dan ekonomi kerap diidentifikasi sebagai "negara berkembang".
Modi juga mengkritik standar ganda yang kerap diterapkan terhadap negara-negara tersebut.
"Kami sering kali hanya menerima janji manis soal pendanaan iklim, pembangunan berkelanjutan, dan akses teknologi," kata dia.
Dia mengatakan dua pertiga populasi dunia belum memiliki terwakili secara pantas di lembaga-lembaga global yang dibentuk pada abad ke-20.
BACA JUGA: PPATK: 571.400 Penerima Bansos Terindikasi Main Judi Online
Banyak negara berkembang yang kini memainkan peran penting dalam ekonomi global, kata Modi, justru belum diberikan kursi dalam forum pengambilan keputusan.
Dia menyambut baik langkah ekspansi BRICS dengan menerima anggota baru yang menunjukkan bahwa kelompok itu mampu beradaptasi dengan zaman.
Modi mengatakan bahwa bagi India, "mengutamakan kepentingan kemanusiaan di atas kepentingan pribadi" adalah tanggung jawab moral.
Dia juga menyerukan reformasi menyeluruh terhadap lembaga-lembaga internasional seperti Dewan Keamanan PBB, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), dan bank-bank pembangunan multilateral.
"Di era kecerdasan buatan (AI) yang teknologinya berubah setiap pekan, tidak masuk akal jika lembaga-lembaga global tidak mengalami reformasi selama 80 tahun," kata Modi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Undip dan ITS meraih total empat gelar juara KMHE 2026 di Unej. Simak daftar lengkap pemenang delapan kelas kompetisi.
Ranking FIFA Indonesia vs Thailand terpaut 24 peringkat. Garuda di posisi 117, sedangkan Thailand menempati urutan 93 dunia.
OJK Jawa Tengah dan DIY memfasilitasi BPR/BPRS melalui workshop dan pendampingan untuk mempercepat penurunan NPL serta memperkuat kualitas kredit.
Prabowo menegaskan penguatan TNI untuk menjaga wilayah Indonesia dan menghadapi ancaman siber, disinformasi, hingga penyelundupan kekayaan negara.
Kebakaran Transhome Sleman dinyatakan selesai setelah Damkar memeriksa seluruh bangunan, termasuk basement yang sempat bersuhu tinggi.
Energi hijau dan digitalisasi menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Investasi Rp2.258 triliun dibutuhkan untuk mengejar pertumbuhan 6 persen pada 2027.