Panas Bumi Ungaran Dikembangkan, PLN Siapkan PLTP 55 MW
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Kecelakaan beruntun melibatkan bus dan truk terjadi di jalur Pantura Pati-Rembang, tepatnya di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Senin (23/9/2024) dini hari. Sebanyak enam orang dilaporkan tewas akibat peristiwa ini. /Istimewa-Polres Pati.
Harianjogja.com, PATI—Kecelakaan beruntun melibatkan bus dan truk terjadi di jalur Pantura Pati-Rembang, tepatnya di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng), Senin (23/9/2024) dini hari. Sebanyak enam orang dilaporkan tewas akibat peristiwa ini.
Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol. Sonny Irawan, menjelaskan kecelakaan di jalur Pantura Pati-Rembang sekitar pukul 02.30 WIB. Ada satu bus dan dua truk yang terlibat kecelakaan.
BACA JUGA : Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Jalan Sudirman, Tiga Orang Alami Cedera
“Terjadi laka lantas Bus Surya Bali dari Bali menuju ke Jepara dengan tronton dari arah barat menuju timur. Jadi ada dua kendaraan, saat ini masih proses [penyelidikan],” kata Kombes Pol. Sonny di sela meninjau lokasi kejadian, Senin.
Saat kejadian Bus Surya Bali sedang membawa 35 penumpang. Diduga karena sopir mengantuk, saat melintas malah menabrak truk tronton lain di sisi kanannya. Dugaannya pengemudi bus ini kelelahan atau mengantuk.
"Karena tabrak truk tronton pertama sisi kanannya. Kemudian tabrak truk tronton lagi di belakang. Sehingga benturan dan berhenti di truk tronton ke dua,” ujarnya.
Akibat peristiwa ini, tercatat ada enam orang meninggal dunia. Terdiri dari pengemudi bus, kernet bus, tiga orang penumpang dan salah satu pengemudi truk nomor dua. “Sampai siang ini enam orang meninggal dunia. Kendaraan sudah dievakuasi dan penyelidikan, olah TKP [tempat kejadian perkara] dilakukan,” ujarnya.
BACA JUGA : 43 Orang Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Gunungkidul Sepanjang 2024
Terkait kondisi jalan Pantura Pati-Rembang, Dirlantas mengeklaim sudah kondusif. Dugaan sementara karena sopir bus mengantuk. "Lebar jalan, kemudian penerangan jalan kondisinya baik. Sementara diduga karena sopir bus ngantuk. Namun masih didalami mengantuknya apa saja, apakah karena tak ada instirahat atau jam kerja,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Antrean Ketapang-Gilimanuk mencapai 17 km. ASDP mengoperasikan 26 kapal, tetapi kapasitas dermaga masih menjadi kendala.
Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat menyebut 138 orang jadi tersangka karhutla dan 68 perusahaan telah disegel.
Cangkringan mengevaluasi empat standar layanan publik dan mendorong inovasi serta masukan warga untuk memperbaiki pelayanan.