Dayton Masuk Indonesia, Sasar MPV, Sedan hingga SUV
Dayton resmi masuk pasar ban Indonesia dengan DT30 dan H/T100 untuk kendaraan penumpang, mengusung keselamatan dan daya tahan.
Ilustrasi cuaca buruk./Pixabay
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan penyebab hujan turun awet di Indonesia.
Periset Iklim dan Atmosfer BRIN Erma Yulihastin melalui akun X miliknya mengatakan bibit siklon tropis itu bergerak lambat dan tidak segera menjauh menuju Australia.
"Inilah yang telah memicu propagasi hujan yang kuat dan maraknya pembentukan badai squall line pemicu hujan persisten berhari-hari, bahkan intensitas hujan bisa ekstrem yang disertai angin kencang," ujarnya, Kamis (14/3/2024).
Erma mengungkapkan efek pergerakan bibit siklon 18S dari barat ke timur (selatan Jawa Timur) mengakibatkan hujan deras persisten di Jawa (Demak, Kudus, Pati, Semarang), Madura, dan Kupang. Hujan yang persisten dipicu oleh squall line efek dari vorteks.
Baca Juga
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat Disertai Petir, Termasuk di Wilayah DIY
BMKG: Waspadai Potensi Hujan Lebat di Sebagian Wilayah Indonesia Hari Ini
Prakiraan Cuaca di Wilayah DIY Kamis 14 Maret 2024, BMKG: Ada Potensi Hujan Petir Siang Hari Ini
Dia mengingatkan agar wilayah Semarang dan Kupang waspada mengantisipasi dampak fenomena tersebut.
Kemunculan bibit siklon 91S yang berada di Samudra Hindia bagian tenggara, tepatnya sebelah barat daya Banten telah menimbulkan hujan di Banten dan Jabodetabek.
Menurut Erma, bibit siklon 91S yang kian mendekat ke Jabodetabek merupakan momen langka. Fenomena itu mengulang penyebab banjir besar Jakarta 2002, karena vorteks telah mengakibatkan hujan dini hari yang persisten selama berhari-hari di Jakarta.
3 Bibit Siklon
BMKG melaporkan ada tiga bibit siklon tropis di wilayah Indonesia. Bibit siklon tropis 91S yang berada di sebelah tenggara Samudera Hindia memiliki kecepatan angin maksimum 25-35 knots dan tekanan udara minimum 997 hPa bergerak ke arah tenggara menjauhi wilayah Indonesia.
Kemudian, bibit Siklon Tropis 94S terpantau di Laut Timor bagian selatan, tenggara Nusa Tenggara Timur dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1000 hPa bergerak ke arah timur.
Adapun bibit Siklon Tropis 93P masih terpantau di Teluk Carpentaria, bagian timur laut Australia, Tenggara Papua dengan kecepatan angin maksimum 15-20 knots dan tekanan udara minimum 1004 hPa bergerak ke arah timur hingga tenggara. Kemunculan tiga bibit siklon tropis sekaligus itulah yang mengakibatkan cuaca basah masih menyelimuti Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Dayton resmi masuk pasar ban Indonesia dengan DT30 dan H/T100 untuk kendaraan penumpang, mengusung keselamatan dan daya tahan.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 25 September 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Harga mobil baru di AS mencapai sekitar US$50.000. Survei Cox Automotive menunjukkan 69% konsumen Gen Z mempertimbangkan merek China.
Bentley Torcal resmi debut sebagai mobil listrik pertama Bentley. SUV ini punya tenaga 888 PS, baterai 113,2 kWh, dan jarak tempuh hingga 600 km.
Pemkab Kulonprogo menguji pembayaran retribusi berbasis MPOS di wisata, pasar, dan parkir. Sistem ditargetkan siap diterapkan lebih luas pada 2027.
Mematikan mesin saat mengisi BBM di SPBU merupakan langkah keselamatan untuk mengurangi sumber penyalaan. Simak alasan dan aturan lainnya.