APBN 2027 Alokasikan Rp23 Triliun untuk Gaji PPPK Daerah
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Kantor Google - ist/techcrunch
Harianjogja.com, JAKARTA—Seorang karyawan Google yang secara terbuka memprotes pekerjaan perusahaan untuk militer Israel dipecat.
Selama presentasi oleh seorang eksekutif dengan cabang Google Israel pada hari Senin, mantan karyawan tersebut yang merupakan insinyur Google Cloud berdiri dan berteriak, “Saya menolak untuk membangun teknologi yang memungkinkan genosida atau pengawasan.”
BACA JUGA: KPU Tetapkan Kemenangan Prabowo-Gibran di Bali, Ganjar-Mahfud Runner Up
Google mengkonfirmasi pemecatan itu, yang pertama kali dilaporkan oleh media lokal, dan disiarkan laman The Verge, Sabtu (9/3/2024).
"Awal pekan ini, seorang karyawan mengganggu rekan kerja yang memberikan presentasi, mengganggu acara resmi yang disponsori oleh perusahaan. Perilaku ini tidak baik, terlepas dari masalah, dan karyawan itu dipecat karena melanggar kebijakan kami,” kata juru bicara Google Bailey Tomson dalam pernyataan yang dikirim melalui email.
Insiden itu terjadi di Mind the Tech, sebuah konferensi teknologi Israel tahunan di New York, Amerika Serikat selama presentasi dari direktur eksekutif Google Israel, Barak Regev.
Insinyur itu memprotes Proyek Nimbus, kontrak 1,2 miliar dolar AS (sekitar Rp18,6 triliun) pemerintah Israel untuk akses ke layanan Cloud dari Google dan Amazon.
“Proyek Nimbus menempatkan anggota komunitas Palestina dalam bahaya, tidak ada apartheid awan, ” ujar mantan karyawan tersebut.
Google menghadapi kemunduran atas keterlibatan mereka dalam Proyek Nimbus ketika kontrak ditandatangani pada tahun 2021.
Ratusan karyawan Google dan Amazon menerbitkan surat terbuka untuk membantah kesepakatan itu, mengatakan bahwa teknologi tersebut memungkinkan pengawasan lebih lanjut dan pengumpulan data ilegal tentang warga Palestina.
No Tech For Apartheid, sebuah organisasi yang berkumpul melawan Proyek Nimbus, menerbitkan pernyataan tentang pemecatan insinyur ini pada Jumat (8/3/2024)
BACA JUGA: Hujan Angin, 50 Pohon Tumbang dan 4 Bangunan di Kulonprogo Rusak
“Tujuan Google jelas: perusahaan ini mencoba untuk membungkam karyawan untuk menyembunyikan kekurangan moral mereka. Sebagai insinyur perangkat lunak Cloud yang merupakan teknologi krusial dalam berjalannya Project Nimbus di pusat data Israel, pekerja ini berbicara dari tempat kekhawatiran pribadi yang mendalam tentang dampak langsung, kekerasan dari pekerjaan mereka,” kata organisasi itu.
Sejak perang Israel-Hamas pecah pada bulan Oktober lalu, karyawan telah mengadakan “di-in” di kantor perusahaan di San Francisco untuk memprotes kontrak layanan Cloud, dan lebih dari 600 karyawan menandatangani surat yang mendesak Google untuk berhenti mensponsori konferensi Mind the Tech.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Gaji PPPK di lingkungan pemda ditanggung pemerintah pusat mulai 2027 dengan anggaran Rp23 triliun dalam APBN 2027.
Dinsos PPPA Kulonprogo menemukan pensiunan ASN menerima bansos. Penerima yang tidak layak diminta sadar dan dapat diganti sesuai kondisi.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
MK menyatakan permohonan hak mempertahankan nomor HP saat berganti operator atau MNP tidak dapat diterima karena dinilai kabur.
Disdik Sleman menyebut laporan SD Negeri Ledoknongko tidak mencantumkan siswa sebagai ABK, berbeda dengan informasi awal kepolisian.
Kejagung menyatakan Kolonel Budi Utomo tersangka dugaan korupsi tata kelola MBG dan ditahan sejak Agustus 2026 di Pomdam Jaya.