KCIC Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Pencurian Kabel Prasarana Whoosh
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Presiden Joko Widodo disambut Menhan Prabowo Subianto saat tiba di Tanah Air dari kunjungan ke Arab Saudi, Sabtu (21/10/2023). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana tiba di Tanah Air setelah kunjungan ke China dan Arab Saudi. Kedatangan mereka disambut Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono serta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Berdasarkan informasi yang disampaikan Biro Pers Sekretariat Presiden di Jakarta, Sabtu pagi, Presiden tiba Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu, sekitar pukul 02.25 WIB.
BACA JUGA: Tahun Ini Pemda DIY Kucurkan Rp132 Miliar ke Kalurahan lewat Dana Keistimewaan
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Beijing, Republik Rakyat Tiongkok dan Riyadh, Arab Saudi. Di Beijing, Jokowi melakukan kunjungan bilateral ke Presiden China Xi Jinping dan menghadiri Belt and Road International Cooperation ke-3.
Sementara di Riyadh, Presiden Widodo melakukan pertemuan dengan putera mahkota Arab Saudi dan memimpin KTT pertama ASEAN-Gulf Cooperation Organization (GCC).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Polda Sumut menyita 244 kg sabu dari tiga kasus berbeda di Asahan, Aceh Timur, dan Langkat. Sebanyak sembilan tersangka diamankan.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono meminta warga mewaspadai kebakaran di permukiman padat, terutama saat cuaca panas berkepanjangan.
Polresta Jogja menyatakan dugaan pungli dan pemerasan terhadap Bolosego di Alkid tak memenuhi unsur pidana setelah memeriksa 17 orang.
BGN menemukan yayasan meminta setoran per ompreng kepada mitra MBG. Sudaryono menyebut praktik tersebut bermula dari kepemimpinan sebelumnya.
Kulonprogo mengintegrasikan data pernikahan dan adminduk melalui Kado Nikah serta Bela Akta Pro untuk mempercepat layanan dokumen warga.