Kehidupan Seni Malioboro Digairahkan Lagi lewat Nol Koma #1
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Penandatanganan nota kesepahaman antara desa wisata dengan kalangan akademisi dan industri perhotelan di Jogja. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak sembilan desa/kampung wisata di kawasan Destinasi Pariwisata Prioritas Borobudur-Jogja-Prambanan menghasilkan kolaborasi nyata dengan industri perhotelan.
Mereka menandatangani nota kesepahaman antara desa wisata dengan kalangan akademisi dan industri perhotelan di Jogja yang disaksikan langsung perwakilan Kemenparekraf/Barekraf, Jumat (14/7/2023). MoU itu untuk menegaskan kolaborasi nyata ketiga elemen itu dalam mengembangkan desa/kampung wisata.
Local Champion Kampung Wisata Patehan Jogja, Antonius Sasongko, menyambut baik kolaborasi itu karena bisa mengembangkan kapasitas sumber daya manusia dan paket-paket wisata.
“Misalnya soal pelayanan dan pengembangan rumah wisata bisa kolaborasi dengan industri perhotelan. Untuk pengembangan web, teknologi informasi dan penyusunan cerita wisata akan melibatkan akademisi,” paparnya dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Senin (17/7/2023).
Local Champion merupakan kordinator dari para pelaku pariwisata yang telah mendapatkan pelatihan langsung dari Program Kampanye Sadar Wisata (KSW) yang diadakan Kemenparekraf/Barekraf. Saat ini terdapat sebanyak 65 Local Champion yang mewakili 65 Desa Wisata yang telah tersentuh program ini pada 2022.
Salah satu narasumber Program KSW, yang berasal dari kalangan industri dan asosiasi, I Ketut Suabawa, menjelaskan keberlanjutan menjadi tujuan berbagai aksi kolaborasi yang dilakukan selama program berjalan.
Dia berharap kolaborasi seperti ini dapat mendorong keterlibatan lebih jauh dari para praktisi dan industri lokal untuk memastikan dampak positif program KSW.
Pada kesempatan sebelumnya, Deputi Budang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf, Martini M. Paham, telah menegaskan pentingnya komitmen dan sinergitas unsur pentaheliks dalam pembangunan sektor pariwisata, termasuk di desa-desa wisata.
1. Kampung Wisata Patehan, Jogja dengan Emersia Malioboro, Jogja
2. Kampung Wisata Warungboto dengan De Laxton Hotel, Jogja
3. Kampung Wisata Cokrodiningratan, Jogja dengan Griya Sentana Hotel, Jogja
4. Kampung Wisata Kadipaten, Jogja dengan Grand Zuri Malioboro, Jogja
5. Kampung Wisata Rejowinangun, Jogja dengan Whyndam Garden, Jogja
6. Kampung Wisata Pakualaman, Jogja dengan Cangkringan Villa, Jogja
7. Kampung Wisata Sosromenduran dengan Cavinton Hotel, Jogja
8. Desa Wisata Tanjung Sari, Magelang dengan Mendut Taman Sari Resort & Restaurant, Magelang
9. Desa Wisata Bugisan, Klaten dengan Ramada by Wyndham Jogja
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Malioboro Classical menghadirkan acara bertajuk 0, Nol Koma #1 untuk menggairahkan lagi kehidupan seni di Malioboro.
Gerindra meminta polemik ijazah Gibran dihentikan setelah putusan MK dan mengingatkan dampaknya terhadap kepastian hukum serta investasi.
Gunungkidul menjadi satu-satunya daerah di DIY dalam program pengembangan energi terbarukan. Disiapkan bibit jagung untuk 1.000 hektare dan empat pabrik.
JPU mengungkap temuan 74 kg emas dan 2,67 juta dolar AS dalam dakwaan TPPU Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor Jakarta.
Manajer KDMP mengeluhkan ketidakjelasan kerja, penempatan jauh dari domisili, hingga mekanisme relokasi setelah menerima PKWT.
Mark Zuckerberg mengaku tak memiliki gelar sarjana saat dicecar soal dasar menilai risiko beauty filter Instagram terhadap pengguna muda.