Final Panas Lawan Thailand Jadi Ujian Harga Diri Garuda
Indonesia vs Thailand di final AFF Futsal 2026 jadi ajang pembuktian, Garuda bidik juara beruntun dan hapus stigma lama.
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu selama tiga jam di Istana Merdeka pada Sabtu (18/3/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, SOLO—TikToker Bima Yudho Saputro bikin heboh lagi setelah video lawasnya beredar luas di Twitter. Bima menyebut Megawati Soekarnoputri dengan sebutan janda.
Video lama Bima yang diunggah ke akun TikTok @awbimaxreborn pada 3 April 2023 baru ramai diperbincangkan. Per Minggu (23/4/2023) siang, video tersebut telah ditonton lebih dari 5,9 juta pengguna TikTok.
Dalam video tersebut, Bima mencantumkan wawancara Najwa Shihab dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Najwa bertanya kepada Ganjar perihal penolakannya terhadap timnas Israel yang akan tampil di Piala Dunia U-20 2023. Apakah sikap Ganjar itu, tanya Najwa, merupakan perintah dari Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri.
Video kemudian beralih menampilkan wajah Bima yang menyebut Megawati dengan sebutan janda.
"Udah ketebak dah, lagian disuruh ngomong sama itu janda, janda satu itu tuh, lo nurut, duh udah deh, enggak usah ditanggapi," ucap Bima.
Sontak video tersebut pun menimbulkan kegaduhan di media sosial. Frasa "janda" dan "Bima" menjadi trending topic pada hari ini.
Banyak netizen yang menyayangkan ucapan Bima tersebut. Dia yang dulunya didukung karena menyuarakan kebobrokan di daerahnya, Lampung, kini banyak dihujat.
"Untuk masalah Lampung, jelas Bima gue dukung. Untuk masalah ini, jelas Bima tak layak dapat tempat di hati rakyat Indonesia. Biar bagaimanapun, Bu Mega adalah Presiden RI ke-5, tak layak dikatai demikian. Kita obyektif menilai, yang benar kita dukung, bila salah tidak didukung," tulis akun Twitter @Miduk17.
Ada pula netizen yang menyerang pribadi Bima dan gaya bicara mahasiswa yang berkuliah di Australia itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.