KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SOLO—Perempuan berusia 20 tahun asal Banjarsari, Solo, membuang mayat bayi yang ia lahirkan karena bingung ditinggal pacar saat hamil. Perempuan berinisial VJ itu mengaku dianiaya sang pacar saat menolak berhubungan intim. Ia kini ditahan polisi.
Berbaju tahanan warna biru dan wajah tertutup dengan hanya kedua mata yang terlihat, VJ menghadapi para awak media yang hadir dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolresta Solo, Senin (7/11/2022).
VJ pun sempat ditanyai Kapolresta Solo Kombes Pol Iwan Saktiadi mengenai tindakannya membuang bayi yang dilahirkannya di teras rumah kosong wilayah Bibis Luhur, Nusukan, Banjasari. VJ terpaksa membuang bayi di wilayah Nusukan, Solo, karena ditinggal sang pacar sejak awal kehamilan. Ia juga takut kehamilan dan keberadaan bayinya diketahui keluarga maupun tetangga.
VJ dihamili oleh laki-laki yang dikenalnya di media sosial pada April 2021. Setelah bertemu, mereka kerap jalan-jalan. Hingga akhirnya mereka menjalin hubungan asmara dan sang pacar kerap memaksa VJ melakukan hubungan intim.
Saat itu VJ mengaku sebenarnya sudah menolak ajakan tersebut namun ia justru ditampar dan dipukul bagian tubuhnya oleh pacarnya. “Kadang saya ditampar dan dipukul di bagian lengan karena menolak berhubungan intim. Akhirnya saya layani. Tiga kali [hubungan intim] di hotel,” katanya.
Setelah tiga kali berhubungan intim itu VJ hamil. Namun, saat VJ meminta pertanggungjawaban, sang pacar malah menyuruhnya menggugurkan kandungan lalu kabur. Hingga VJ melahirkan pada Senin (31/10/2022), sang pacar tidak diketahui keberadaannya.
VJ sehari-hari tinggal bersama kakaknya, sementara kedua orang tuanya sudah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Ia tidak memberi tahu sang kakak perihal kehamilannya dan melahirkan anaknya sendirian saat rumah dalam kondisi sepi, Senin (31/10/2022).
Setelah si bayi yang berjenis kelamin perempuan itu lahir, VJ langsung membekap mulut bayi itu menggunakan selimut lantaran takut suara tangisannya akan terdengar oleh tetangga rumah. “Saya bekap pakai selimut. Kemudian, saya potong tali pusarnya pakai gunting terus saya lilitkan ke badan. Saya capek lantas tidur,” ujar VJ.
Setelah bangun, VJ lantas mencari lahan kosong untuk membuang bayinya yang sudah meninggal. Ia pun kemudian memutuskan membuang mayat bayi itu di teras rumah kosong wilayah Bibis Luhur, Nusukan, Banjarsari, Solo. Dia mengaku bingung setelah melahirkan bayi tersebut.
BACA JUGA: Bayi Perempuan Masih Hidup Dibuang di Pematang Sawah Sewon Bantul
Mayat bayi ditemukan oleh Karmadi, warga yang tinggal di sebelah rumah kosong di Bibis Luhur pada Rabu (2/11/2022) sekitar pukul 18.00 WIB. Saat itu, Sarmadi curiga lantaran mencium bau menyengat dari arah teras rumah tersebut. Padahal, rumah itu sudah tak dihuni selama sekitar setahun terakhir.
Dia mengira kantong plastik itu berisi sampah atau bangkai tikus. Namun, Sarmadi terperanjat saat membuka kantong plastik itu dan mendapati ada mayat bayi di dalamnya. Mayat bayi itu dibungkus kain jarit.
Sarmadi lantas memberitahukan kejadian itu ke warga setempat. Warga lainnya melaporkan kejadian itu ke Pemerintah Kelurahan Nusukan. Tak berapa lama kemudian, aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian untuk mengevakuasi mayat bayi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Solopos
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Daftar pemenang MTV VMAs 2026 lengkap. Madonna meraih tujuh piala, sedangkan Taylor Swift mencetak rekor baru dalam sejarah VMA.
Kemenimipas mengungkap hasil investigasi temuan Ombudsman di Lapas Cibinong. Lima pejabat struktural dinonaktifkan terkait peristiwa tersebut.
Siaga darurat kekeringan Bantul diperpanjang hingga akhir 2026. Sebanyak 752 tangki air telah disalurkan ke 12.186 jiwa.
Progres Bendungan Jragung mencapai 97% dan ditargetkan selesai Desember 2026 untuk menopang irigasi 4.500 hektare sawah.