Saat Barisan Pelajar DIY Diuji Terik dan Ketahanan di Mandala Krida
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menerima penghargaan The 2022 United Nations Population Award (UNPA) atau Penghargaan Dunia di Bidang Kependudukan tahun 2022 untuk kategori Institusi dari PBB, Kamis (7/7/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) secara hibrida di Medan, Sumatera Utara pada Kamis (7/7/2022).
Peringatan itu sejatinya menjadi momentum percepatan penurunan stunting. Melalui kontrasepsi yang tepat, BKKBN optimistis dapat menurunkan angka stunting di Indonesia dengan lebih cepat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menghadiri acara puncak Harganas tersebut menyebut target penurunan stunting pada 2024 harus tercapai. Target tersebut berupa penurunan stunting hingga angka 14%. Pada 2021 lalu, angka stunting Indonesia di angka 24,4%.
Jokowi mengapresiasi BKKBN yang telah berhasil menurunkan angka stunting. “Pada 2013 angkanya 37,2% lalu turun jadi 27,7%, dan turun lagi pada 2021 jadi 24,4% ini patut diapresiasi,” jelasnya, Kamis.
Mengenakan pakaian adat Batak, Jokowi juga turut berdialog dengan tenaga penyuluh lapangan BKKBN. “Tugas ibu-ibu [tenaga penyuluh] sangat vital dalam percepatan penurunan angka stunting, jadi harus giat dalam mensosialisasikan stunting dan penggunaan kontrasepsi untuk memberikan jarak kelahiran,” ujarnya.
Harganas yang juga dihadiri jajaran pejabat kementerian, gubernur, bupati dan walikota se Indonesia ini total dihadiri 105.000 orang secara hibrida. Tajuk kegiatan yang digunakan adalah Bebas Stunting, Ayo Cegah Stunting, Agra Keluarga Bebas Stunting.
Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo menyebut penggunaan kontrasepsi dapat mencegah kelahiran anak dengan potensi stunting lebih tinggi.
“Jika ada jeda kelahiran dengan kelahiran berikutnya, orang tua khususnya ibu dapat memulihkan kesehatan dan kebugaran tubuhnya dan dapat merawat anak lebih optimal,” jelasnya saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.
BACA JUGA: DIY Sukses Tekan Angka Stunting
Hasto menjelaskan penggunaan kontrasepsi yang tepat sudah terbukti menurunkan angka stunting. “Dari 2019 ada 27,7 persen kelahiran bayi dengan stunting, ada penurunan signifikan pada 2021 dengan hanya 24,4 persen bayi yang mengalami stunting,” ujarnya.
Dalam Harganas kali ini ini, jelas Hasto, juga dilakukan pemasangan akseptor serentak di seluruh Indonesia. “Kami lakukan pemasangan satu juta akseptor dan sudah terealisasi lebih dari target sebesar 1.294.882 pada hari ini,” katanya.
Inovasi dilakukan BKKBN, lanjut Hasto, dengan program grebek pascapersalinan di mana sang ibu direkomendasikan langsung menggunakan kontrasepsi. “Kalau sampai pasca bersalin tidak KB maka sangat sulit sekali menurunkan stunting," tuturnya.
Lingkungan Rumah
Selain kontrasepsi, Hasto menjelaskan lingkungan rumah juga jadi kunci penanganan stunting. “Untuk itu kami bikin sanitasi yang bersih dan sehat di lokasi Harganas sebagai langkah percontohan untuk penanganan stunting,” ujarnya.
“Kami ke Belawan dalam hal itu. Harapan saya jadi pemerintah bantu berikan stimulasi terus warga gotong royong saling dukung program ini. Jadi sudah diberikan sarana misal ada air bersih jadi dirawat sendiri, dibikinkan rumah dijaga biar gak kumuh, kebersihan dijaga sendiri,” ujar dia.
Lokasi tersebut juga jadi kunjungan kerja Presiden Jokowi dalam memperingati Harganas di Sumatera Utara. Jokowi dalam kunjungan tersebut disambut dengan tarian lokal Semarak Indonesiaku dari Kampung KB binaan Dinas Kebudayaan Kota Medan.
Wali Kota Medan yang turut berpartisipasi dalam rangkaian kegiatan Harganas juga menyatakan komitmennya untuk memerangi stunting dan menggencarkan penggunaan kontrasepsi.
"Penurunan stunting penting untuk menghindari dampak jangka panjang yang dapat merugikan seperti terhambatnya tumbuh kembang anak dan juga mempengaruhi perkembangan otak, sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal," kata Bobby.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lomba Baris-Berbaris DIY 2026 di Mandala Krida menguji ketahanan pelajar. Simak peserta yang sempat drop hingga daftar juara LBB.
Discord mulai menerapkan verifikasi usia global. Lebih dari 90% pengguna tak perlu unggah ID, tetapi sejumlah fitur akan dibatasi.
Italia menang 4-1 atas Turki di UEFA Nations League. Pio Esposito mencetak gol sekaligus mengukir catatan sejarah bersama Azzurri.
29 September 2026 diperingati sebagai Hari Sarjana Nasional, Hari Jantung Sedunia, hingga Save the Koala Day. Simak enam momen pentingnya.
Prakiraan cuaca DIY Selasa, 29 September 2026: mayoritas cerah berawan, suhu 22–34°C, kelembapan 44–98 persen. Cek rincian per kecamatan.
Pemkab Kulonprogo merotasi sejumlah pejabat dan mengisi jabatan kosong dengan mengoptimalkan manajemen talent pool ASN.