Korban Scam di ASEAN Naik Jadi 45%, Ekonomi Digital Dibidik
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Warga memandikan kuda di Desa Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat./JIBI-Bisnis.com-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 belum sepenuhnya diatasi dan kini dunia kembali dibuat waspada dengan keberadaan dua virus baru yaitu virus hepatitis misterius dan virus Hendra (HeV).
Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan sedikit penjelasa terkait virus Hendra yang menyebabkan penyakit parah pada kuda dan juga manusia yang terinfeksi.
"Kenapa nama virusnya Hendra dan dari keluarga mana? HeV adalah keluarga virus Paramyxoviridae dari genus Henipavirus. Pertama kali ditemukan pada 1994 di Hendra, Brisbane, Australia. Sebab itu dinamakan Hendra," cuitnya melalui akun Twitter @ProfesorZubairi, Sabtu (21/5/2022).
Zubairi melanjutkan, inang alami virus ini adalah kelelawar pemakan buah-buahan. Secara runut, virus yang menginfeksi kelelawar itu tersisa di buah yang kemudian dimakan oleh kuda dan akhirnya menginfeksinya.
"Bagaimana manusia juga bisa terinfeksi Hendra? Kontak virus bisa terjadi saat manusia melakukan kontak langsung dengan cairan tubuh kuda yang terinfeksi, seperti cairan hidung atau darah," cuit Zubairi kemudian.
Apakah bisa terjadi penularan Hendra antarmanusia? Zubairi menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada bukti penyebaran Hendra dari manusia ke manusia, maupun kelelawar ke manusia.
"Manusia hanya tertular dari kuda," ujarnya.
Kemudian, manusia yang tejangkit virus Hendra akan mengalami beberapa gejala diantaranya perdarahan, radang selaput otak, kejang-kejang, hingga edema paru.
Meskipun belum ditemukan banyak kasus manusia terinfeksi virus Hendra, namun dari data yang ada, virus ini berbahaya bagi manusia. Berdasarkan data, 7 dari 10 manusia yang terinfeksi Hendra berujung pada kematian.
"Namun infeksi Hendra pada manusia amat jarang terjadi. Enggak usah panik," kata Zubairi.
Mencegah penyebaran virus Hendra, sambungnya, adalah dengan menvaksinasi kuda yang sudah ada sejak 2012. Namun, vaksinasi untuk manusia belum tersedia.
Untuk itu, orang yang banyak bersinggungan dengan kuda atau tinggal di lokasi yang berdekatan dengan peternakan kuda harus menjaga kebersihan peternakan dan membiasakan hidup higienis, termasuk cuci tangan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Korban penipuan online di ASEAN naik menjadi 45% pada 2025. Di sisi lain, ekonomi digital Asia Pasifik diproyeksikan mencapai US$1,4 triliun.
Head to head Indonesia vs Thailand jelang final FIFA ASEAN Cup 2026. Garuda terakhir menang pada 2016 dan tanpa kemenangan dalam 6 laga berikutnya.
Pemerintah membuka registrasi Perlinsos Digital untuk memutakhirkan data calon penerima bansos yang akan digunakan dalam penyaluran bantuan pada 2027. Masyaraka
Grammy Awards 2027 tetap akan menghadirkan kategori Best Asian Pop Music Performance meski sebelumnya menuai perdebatan di kalangan musisi. Recording Academy me
Kapolri Suyudi Ario Seto memutasi 88 perwira melalui ST/2205/X/KEP./2026. Sejumlah jabatan utama Mabes Polri ikut berganti.
Alice Walton menambah kekayaan US$33 miliar menjadi US$134 miliar dalam daftar Forbes 2026. Ini sumber kekayaan dan bisnisnya.