Satpam SPPG Kecandran Salatiga Ditemukan Meninggal Saat Pergantian Jaga
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Petugas pengukuran jalan tol Solo-Jogja merampungkan pekerjaannya di Kranggan, Polanharjo, Klaten, Kamis (6/8/2020). /Solopos.com-Ponco Suseno
Harianjogja.com, KLATEN--Proyek tol Jogja-Solo tak sampai menyentuh rumah warga bernama Sumanto di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.
Rumah Sumanto menjadi satu-satunya yang tidak terdampak proyek Tol Solo Jogja di RT 014 Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah. Kini, dia tinggal sendirian di rumahnya yang berada tidak jauh dari proyek jalur bebas hambatan itu.
Sementara itu mayoritas warga yang sebelumnya tinggal di kampung itu pindah rumah ke luar desa. Seluruh rumah warga di sana yang terdampak tol kini sudah rata dengan tanah. Warga yang sebelumnya tinggal satu kampung kini sudah berpencar dan memulai kehidupan di rumah baru.
“Sami bubar dewe-dewe. Enten sing teng Segaran, Delanggu, hingga Juwiring [sudah berpisah-pisah. Ada yang di Segaran, Delanggu, hingga Juwiring],” kata Manto, Senin (10/1/2021).
BACA JUGA: Skuter Listrik Melintas di Jalan Raya, Akan Diamankan Pemkot Jogja
Kini hanya tinggal Sumanto seorang diri di RT tersebut. Rumah Sumanto tidak terdampak proyek tol Jogja-Solo. Tetapi sawah yang berada di belakang rumahnya terdampak proyek. Sejak lahannya terdampak Tol Solo Jogja, Manto telah menerima uang ganti rugi. Uang tersebut digunakan untuk membeli sawah pengganti di depan rumahnya.
Manto belum mengetahui secara administrasi bakal masuk menjadi bagian warga di wilayah RT mana. Hingga kini belum ada pendataan ulang.
Meski demikian, Sumanto bersyukur rumahnya tidak ikut terdampak tol meski dari satu wilayah RT hanya tersisa miliknya seorang diri. Dia mengaku tidak perlu beradaptasi di tempat baru termasuk menjalankan usaha berjualan soto di depan rumah. “Karena sudah cocok untuk usaha di sini,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, satu RT di wilayah Dukuh Ngentak, RT 014, Desa Kranggan, dihuni sekitar 27 keluarga. Kini permukiman itu rata dengan tanah. Tersisa satu bangunan masjid serta kompleks makam terdiri atas 100-an nisan yang masih berada pada bekas kampung tersebut. Nantinya bangunan itu juga akan dibongkar karena terdampak proyek tol Jogja-Solo.
Warga kampung itu sudah mulai pindah dan membongkar rumah mereka pada Juli 2021 setelah menerima uang ganti rugi tol. Sekitar November 2021, perkampungan itu sudah rata dengan tanah.
Mayoritas warga pindah ke luar kampung. Ada yang pindah di desa tetangga seperti di Desa Segaran, Kecamatan Delanggu. Ada pula yang pindah ke wilayah Kecamatan Juwiring.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta, Eko Suwanto, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Sertifikat tanah elektronik menghubungkan data pemegang hak dengan NIK dan bidang tanah dengan nomor identifikasi elektronik.
BSU Rp600.000 Oktober 2026 belum diumumkan pemerintah. Simak syarat BSU tahun lalu dan cara cek status melalui situs resmi Kemnaker.
Rumah duka Guruh Soekarnoputra di Jakarta dipadati pelayat dan karangan bunga setelah maestro seni itu wafat pada usia 73 tahun.
Sebanyak 193 karya dari 131 seniman difabel dipamerkan dalam Suluh Sumurup Art Festival 2026 di Galeri Taman Budaya Yogyakarta (TBY).