New York Dukung Jakarta Terbitkan Obligasi Rp5,6 Triliun
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Menko PMK Muhadjir Effendy (kanan). /Suara.com-Yosea Arga Pramuditha
Harianjogja.com, JOGJA--Generasi Z kini semakin mudah untuk mendapat pengetahuan baru melalui perangkat teknologi.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menuturkan generasi Z atau penduduk yang lahir pada kurun 1997-2012 tidak perlu mendapat paksaan dalam menentukan materi yang harus dipelajari.
"Kita tidak boleh memaksakan dia harus belajar apa, karena dia bisa lebih tahu harus belajar apa untuk dirinya ke depan dengan teknologi informasi," kata Muhadjir saat menyampaikan pidato kunci dalam Sidang Terbuka Senat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dengan agenda Upacara Milad ke-61 UAD di Amphitarium Kampus 4 UAD Yogyakarta, Senin (21/12/2021).
Menurut Muhadjir, untuk mendidik anak yang masuk kategori generasi Z tidak bisa disamakan dengan cara menyikapi generasi baby boomer atau yang lahir pada 1946 hingga 1964.
"Pengennya kita itu kan ingin mengarahkan, mengintervensi kayak zaman saya waktu kecil, ternyata itu sudah tidak lagi. Mereka betul-betul menjadi anak zaman seperti kata Ali [sahabat Nabi Muhammad SAW] harus kita ikhlaskan, kita do\'akan agar mereka berhasil," ucap dia.
Menurut Muhadjir, realitas itu perlu disadari oleh para orang tua.
Muhadjir kemudian menceritakan bagaimana menghadapi puteranya yang kini masih duduk di bangku kelas 3 SD.
Dalam belajar, ia menceritakan bahwa puteranya yang masuk golongan generasi Z mampu belajar serta mengakses beragam wawasan secara mandiri melalui Internet.
"Ciri generasi Z itu belajarnya semua sendiri, tidak mau didikte macam-macam sehingga yang agak saya paksakan untuk ngaji dan salat saja," kata dia.
Dengan berselancar di dunia maya, ujar Muhadjir, puteranya tidak jarang memiliki wawasan yang justru belum pernah ia ketahui sebelumnya.
BACA JUGA: Apakah Rambut Rontok Bisa Tumbuh Lagi? Ini Kata Pakar
"Dia sudah menjadi bagian \'global citizen\', jadi penduduk dunia, bukan lagi penduduk Jakarta atau Bantul, karena dia menguasai berbagai macam tentang dunia cukup belajar dari Youtube, dari media soaial yang lain," kata dia.
Oleh karena itu, ia berharap seluruh lembaga pendidikan, khususnya sekolah Muhammadiyah dapat merespons realitas itu dengan memberikan pola pendidikan yang tepat bagi generasi Z.
Mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2020, ia menyebutkan proporsi generasi Z mencapa 27,94 persen dari total 270,20 juta penduduk Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
New York mendukung rencana Jakarta menerbitkan obligasi daerah Rp5,6 triliun pada 2027 untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Manunggal Fair Kulonprogo 2026 digelar tanpa APBD dan melibatkan 125 UMKM lokal. Pengunjung hingga hari ketujuh melampaui 100 ribu orang.
Lionel Messi akan menjalani laga terakhir bersama Argentina melawan Benin. Lionel Scaloni memprediksi momen itu sangat emosional.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis tersedia enam kali sehari dengan tarif Rp12.000. Simak jadwal pergi dan pulang selengkapnya.
Zinedine Zidane membela Cristiano Ronaldo yang disorot usai meninggalkan timnas Portugal dan mengenang kesuksesan mereka di Real Madrid.
Prakiraan cuaca Jogja hari ini 5 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 34 derajat Celsius di Kota Jogja.