Modus Lempar Paket ke Dalam Lapas Digagalkan, Diduga Berisi Sabu
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Salah satu pelajar mengikuti vaksinasi di SMK Muhammadiyah Berbah, Sleman, Kamis (4/11/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA--Survei yang dilakukan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) mengungkapkan sebagian besar masyarakat di daerah yang tidak mau mengikuti vaksinasi lantaran takut mengalami efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
"Satu hal menarik yang kita lakukan survei, kenapa Anda belum divaksin, karena takut efek samping. Ini menjadi salah satu faktor terbesar yang mencegah masyarakat dari divaksinasi karena itu," kata Founder dan Presidium Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) Harry Sufehmi dalam diskusi daring mengenai vaksinasi yang dipantau di Jakarta, Selasa (30/11/2021).
Selain itu, survei tersebut juga menunjukkan alasan orang belum divaksinasi karena kesulitan mencari lokasi vaksinasi, khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah.
Harry mengatakan bahwa pihaknya berusaha melakukan penjelasan mengenai berbagai hal seputar KIPI kepada masyarakat agar mau divaksinasi. "Bahwa tidak ada yang perlu dicemaskan, tinggal mengikuti instruksi petugas, misalnya sudah sarapan atau belum, sudah istirahat cukup atau belum, apakah sedang haid atau tidak sehingga resiko KIPI bisa diminimalisir," katanya.
BACA JUGA: Tersangka Pembunuhan Perempuan di Jakal Ternyata Anak-Anak, Korban Diperkosa Sebelum Tewas
Harry menerangkan bahwa kelompok antivaksin yang ada di Indonesia sekitar 4,2 juta orang. Menurut Harry, jumlah tersebut termasuk sedikit jika dibandingkan dengan silent majority atau orang-orang yang tidak merespon baik pro atau kontra terhadap propaganda antivaksin yaitu 74 juta orang.
Namun Harry mengatakan sebetulnya kelompok silent majority ini bisa berbuat lebih untuk meningkatkan cakupan vaksinasi dengan turut berperan dalam melawan kabar hoaks terkait vaksinasi.
Menurut Mafindo, saat ini masyarakat Indonesia masih mengandalkan televisi sebagai media yang paling dipercaya dalam mendapatkan suatu kabar atau informasi. Dia menyebut tidak semua masyarakat Indonesia mengakses media sosial dan termakan hoaks tentang vaksin.
Kendati demikian, Harry mengatakan masyarakat Indonesia sudah mulai bangkit dan melawan hoaks dan propaganda terkait COVID-19 dan vaksinasi pada akhir tahun 2020. Faktor inilah yang disebutnya turut berpengaruh pada partisipasi masyarakat dalam melakukan vaksinasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Lapas Kelas I Semarang menggagalkan penyelundupan diduga sabu dan ratusan butir obat melalui modus pelemparan paket dari luar.
Bangladesh resmi menggantikan India di FIFA ASEAN Cup 2026. BFF menyebut kesempatan menghadapi lawan lebih kuat menjadi alasan utama menerima undangan turnamen.
DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya dalam membuka ruang ekspresi bagi generasi muda untuk menembus ekosistem industri kreatif nasional.
Pelatih PSIM Jogja Jean-Paul van Gastel puas dengan penampilan timnya saat latihan bersama Bhayangkara Presisi Lampung FC sebagai persiapan Super League 2026/20
Popularitas BTS di Amerika Serikat mencapai rekor tertinggi pada kuartal II 2026. Sebanyak 46% warga AS mengaku memiliki kesan positif terhadap grup K-pop terse
Film Istimewa, drama keluarga yang terinspirasi dari kisah nyata enam anak penyandang disabilitas, menggelar special screening di Empire XXI Cinema Yogyakarta