KPK Dalami Aliran Rp106,3 Miliar yang Diduga ke Nusron Wahid
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Turis berdiri di antara tanda-tanda lantai jarak sosial di dekat gedung pencakar langit Burj Khalifa di Dubai./Bloomberg-Christopher Pike
Harianjogja.com, JAKARTA - Departemen Pertahanan Dubai, mengatakan volume penjualan properti di Dubai meningkat 136,5 persen pada Agustus dibandingkan bulan yang sama di tahun lalu (YoY).
Penjualan vila naik sebesar 124 persen dikarenakan penjualan beberapa vila senilai US$27 juta di area Dubai Hills Grove.
"Biasanya kami melakukan satu atau dua Dh 100 juta ($27 juta) kesepakatan setahun. Tahun ini kami sudah melakukan sembilan dari mereka," kata Rohal Kohyar, direktur pemasaran Luxhabitat Sotheby\'s International Realty yang dilansir dari Forbes (26/9/21).
Kohyar memperkirakan 20 miliarder telah membeli properti di Dubai tahun ini, dan Luxhabitat Sotheby\'s International Realty telah melihat peningkatan bisnis sekitar 300% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Kohyar juga mengatakan pembelian properti di tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Kini orang-orang membeli properti mewah bersama dengan keluarganya untuk tinggal.
Klien Kohyar sendiri sebagian besar berasal dari negara-negara besar yakni Inggris, Swiss, dan Jerman. Selain itu, sebagian besar ada yang berasal dari Amerika Serikat, Inggris, Singapura dan Hong Kong.
Terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan mengapa para miliarder pindah ke Dubai.
“Di sini sangat aman untuk anak-anak saya. LA tidak seperti dulu. Kejahatan meningkat sejak Covid,” kata pengusaha teknologi berusia pertengahan 50-an yang tidak mau disebutkan namanya itu.
Selain itu, banyak yang terkesan dengan cara Dubai menangani pandemi. Vaksin yang diluncurkan cepat, tes PCR tes yang murah dan masa karatina yang singkat. Namun kemudan pandemi melanda Dubai dengan keras sehingga ribuan ekspatriat yang terampil mengalami pekerjaan yang berkurang, biaya hidup yang melonjak dan khawatir terdampar di luar negeri.
Dengan melihat kondisi tersebut, para penguasa Dubai menyadari falibilitas ekonomi mereka. Ekspatriat membawa bisnis, kekayaan dan hiburan. Jika Dubai kehilangan mereka, maka para pemuda yang berbakat atau berwirausaha mungkin akan mengikuti mereka ke luar negeri.
Dengan itu, maka pemerintah menawarkan "visa emas" kepada mereka yang berprestasi. Visa ini telah diberikan kepada siswa berprestasi, pengusaha sukses, dan aktor pemenang penghargaan.
Dampaknya, hal ini membuat Dubai menjadi lebih menarik bagi orang kaya. Dengan US$2,7 juta, maka mereka juga memiliki bisa emas dan dikarenakan udang-undang baru, mereka dapat membawa kantor dan keluarga.
Selain itu, yang membuat lebih menarik adalah tidak adanya pajak penghasilan. AS dan Inggris memperdebatkan pajak kekayaan untuk membayar pandemi, hal inilah yang membuat Dubai menjadi lebih menarik.
"Lonjakan ini sekarang lebih pada tingkat pribadi, lebih bulat, dan kami pikir ini akan lebih berkelanjutan karena orang-orang pindah ke sini bersama keluarga dan bisnis mereka, sehingga mereka pasti akan tinggal," kata Kohyar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
KPK menelusuri aliran dana Rp106,3 miliar dalam kasus ATR/BPN yang diduga mengalir ke Nusron Wahid dan terkait layanan pertanahan.
Wacana pendidikan gratis Prabowo hingga PTN membutuhkan anggaran dan skema jelas, termasuk untuk PTS serta daerah 3T.
YouTube memperketat rekomendasi untuk remaja guna mengurangi paparan berulang konten standar tubuh dan penampilan tertentu.
Fajar/Fikri gagal ke final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah kalah dari Liang/Wang. Leo/Daniel melaju ke partai puncak.
Ditjenpas memeriksa Ferdy Sambo dan 54 warga binaan lain usai temuan Ombudsman RI terkait fasilitas mewah di Lapas Cibinong.
Harga bahan bakar pesawat melonjak, AirAsia menaikkan tarif tiket baru 20%-25% atau lebih. Ini alasan tiket lama tak bisa dinaikkan.